Investigasimabes.com l Maluku -- Shalom! Senang sekali melihat kegiatan pastoral yang begitu hidup di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat. Kunjungan rumah ke rumah adalah jantung dari pelayanan gereja yang menyentuh umat secara personal.
Berikut adalah refleksi dan ungkapan perasaan yang disusun dari empat sudut pandang berbeda mengenai kunjungan tersebut:
1. Refleksi Pastor Paroki
Perasaan: Sukacita dan Penguatan Panggilan
Sebagai gembala, melangkah masuk ke rumah-rumah umat di Rukun St. Antonius Padua memberikan kebahagiaan yang mendalam. Melihat langsung kondisi kehidupan Bpk. Wenseslaus, Ibu Helena, hingga keluarga Bpk. Paulus bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan wujud nyata dari "mencari domba yang dikasihi". Ada rasa haru saat memberikan berkat langsung di meja makan atau ruang tamu mereka. Kunjungan ini mengingatkan saya bahwa Gereja bukan hanya bangunan fisik, tetapi detak jantung iman di dalam keluarga-keluarga ini.
2. Refleksi Keluarga yang Dikunjungi
Adapun keluarga yang pastor kunjungi:
Bpk Wenseslaus Belay,
Ibu Helena Ndrity,
BPK Blasius Batmomolin, sdr Rafli Batbual, Philipus Batbual, Paulus Belay
Perasaan: Dihargai dan Diberkati
Ada rasa campur aduk antara kaget, bangga, dan syukur. "Siapalah kami sehingga Pastor dan pengurus Rukun mau menginjakkan kaki di rumah kami?" Bagi keluarga seperti Sdr. Rafli atau Ibu Helena, kehadiran Pastor membawa kedamaian dan kesejukan.
Doa yang dipanjatkan bersama di dalam rumah terasa sangat ampuh, seolah segala beban hidup terangkat sejenak. Mereka merasa menjadi bagian penting dari keluarga besar HKY Olilit Barat, bukan sekadar angka dalam statistik paroki.
3. Refleksi Ketua Rukun dan Baperus Rukun
Perasaan: Tanggung Jawab dan Kebersamaan
Mendampingi Pastor mengunjungi umat adalah momen "belajar melayani". Ada rasa puas ketika melihat koordinasi yang direncanakan berjalan lancar dan disambut hangat oleh warga rukun. Bagi kami, ini adalah kesempatan untuk melihat lebih dekat pergumulan umat di lapangan—hal-hal yang mungkin tidak terlihat saat di gereja. Ini mempererat ikatan persaudaraan antara pengurus rukun dan warga, serta memicu semangat untuk terus menghidupkan komunitas di tingkat basis.
4. Refleksi Umat Paroki HKY Olilit Barat
Perasaan: Terinspirasi dan Terhubung
Melihat atau mendengar kabar adanya kunjungan di Rukun St. Antonius Padua menciptakan rasa aman di hati umat paroki secara umum. Mereka melihat Gereja yang "keluar", bukan Gereja yang menunggu. Hal ini menumbuhkan harapan bahwa suatu saat nanti, setiap rumah akan merasakan sentuhan rahmat yang sama. Umat merasa bangga memiliki pemimpin dan pengurus yang aktif, sehingga semangat kekeluargaan di Olilit Barat tetap terjaga meski di tengah kesibukan duniawi. RD PONSIO08. (IM.125).
Editor : Investigasi MabesSumber : IM. 125