InvestigasiMabes.com | Bitung – Suasana pusat Kota Bitung, Sulawesi Utara, tampak semarak dan dipadati masyarakat yang berburu takjil untuk persiapan berbuka puasa. Sejak sore hari, kawasan pusat kota dipenuhi para penjual yang menjajakan aneka makanan dan minuman khas Ramadan, sementara para pengunjung datang silih berganti dari berbagai penjuru kota.
Beragam pilihan takjil tersedia, mulai dari kolak, es buah, kue tradisional, gorengan, hingga menu khas daerah yang menggugah selera. Lapak-lapak pedagang tertata rapi di sepanjang area pusat kota, menciptakan suasana yang tertib namun tetap ramai. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, baik dari kalangan umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa maupun masyarakat non-Muslim yang turut meramaikan suasana dan berbelanja.
Keramaian ini menjadi bukti kuatnya nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kota Bitung. Warga dari berbagai latar belakang tampak berbaur dengan penuh keakraban, saling menyapa, dan menikmati suasana sore yang penuh berkah.
Momentum Ramadan ini juga mendapat dukungan penuh dari Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, dan Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, yang terus mendorong terciptanya suasana kota yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, para pegawai Perumda Pasar Cita Bitung yang berlokasi di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, turut berperan aktif dalam mengatur ketertiban dan penataan lapak pedagang. Kehadiran mereka di lapangan membantu memastikan kelancaran aktivitas jual beli, kenyamanan pengunjung, serta keamanan lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menyampaikan pesan singkat kepada seluruh masyarakat:
“Momentum Ramadan ini bukan hanya tentang meningkatkan ibadah, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antarwarga. Saya mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung untuk terus menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan, agar suasana berburu takjil ini tetap nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. Mari kita jadikan Ramadan sebagai ajang memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.”
Para pedagang mengaku bersyukur dengan meningkatnya jumlah pembeli setiap harinya. Momentum Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pelaku UMKM, karena penjualan mengalami peningkatan signifikan dibanding hari biasa.
Dengan situasi yang tetap aman dan kondusif berkat sinergi pemerintah daerah, pengelola pasar, serta kesadaran masyarakat, kegiatan jual beli takjil di pusat Kota Bitung diharapkan terus berjalan lancar hingga akhir bulan Ramadan, sekaligus memperkuat semangat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
( Rivon R.S)
Editor : RedakturSumber : Team