InvestigasiMabes.com l Aceh Tamiang -Anggaran kegiatan padat karya tunai yang di kucurkan Dinas PUPR Aceh Tamiang ke Kampung (Desa) sejumlah 20 juta per kampung, bertujuan membantu masyarakat meningkatkan ekonomi dengan bekerja membersihkan sisa lumpur pasca banjir bandang, membersihkan selokan/parit yang telah tertimbun lumpur,
Namun niat baik pemerintah di salah gunakan oleh oknum Datok Penghulu ( Kades) yang di duga memanfaatkan anggaran tersebut, salah satunya kampung sungai liput, kecamatan kejuruan muda, Aceh Tamiang, yang di sinyalir sengaja memotong anggaran guna kepentingan pribadi,
Joko priono S (44) yang mewakili masyarakat dan pemuda kampung sungai liput saat di konfirmasi awak media, hari selasa (24/02/2026) saat joko berada di kantor camat Kejuruan muda setelah joko dan puluhan pemuda lainya mempertanyakan hal tersebut,
"Kami curiga bang, dana itu di potong oleh Datok, karena yang kami ketahui, dana itu 20 juta, yang di kerjakan hanya 16 juta,, kemana sisanya 4 juta lagi,itulah yang kami pertanyakan dan kami minta pertanggung jawaban Datok Penghulu, terlebih lagi itu dana tanggap bencana, " Ujar joko.
Awak media mencoba konfirmasi kepada Sayuti selaku Datok Penghulu Kampung sungai liput terkait kebenaran tersebut.
"Benar, sisanya yang 4 juta itu untuk operasional para kepala Dusun ( kadus) di lapangan, pekerjaan kita itu kita bagi tiga Dusun, untuk uang makan minum mereka, " Ujar Datok.
Awak media juga konfirmasi Misdi, selaku ketua Majelis duduk setikar Kampung( MDSK) yang merangkap sebagai bendahara kegiatan tersebut, saat di konfirmasi awak media ia mengatakan.
"Saya hanya di beri 16 juta sama Datok, sisanya Saya enggak tau, kalau pekerjaan yang di kerjakan 1513 meter terang, " Misdi.
Di tempat dan waktu yang berbeda, awak media konfirmasi melati ( 43 ) nama samaran, salah satu pegawai Dinas PUPR Aceh Tamiang, yang tidak ingin di sebut kan nama aslinya,
"Anggaran 20 juta itu penuh tanpa potongan dan biaya apa pun, itu untuk kegiatan PKT di desa, guna meningkatkan ekonomi masyarakat, untuk orang lapangan, pengawas sudah ada honor lain nya,, untuk ketua, satu setengah juta, ,pendamping lima ratus ribu, bendahara tiga ratus ribu, "terangnya.
Sungguh miris di tengah bencana ini, masih ada saja yang ambil keuntungan di balik derita masyarakat, di minta aparat penegak hukum untuk menelusuri masalah ini,
( muttaqin)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim buru berita