InvestigasiMabes.com |Musi Banyuasin — Sanga desa., Ledakan hebat kembali mengguncang Kecamatan Sanga Desa, Kamis (26/02/2026).
Kebakaran yang dipicu aktivitas illegal refinery di kawasan Simpang Pakrin menjadi bukti bahwa praktik penyulingan minyak ilegal masih beroperasi tanpa rasa takut, meski risiko kematian dan kehancuran lingkungan sudah berulang kali terjadi.
Titik ledakan diketahui berasal dari lokasi penyulingan ilegal milik oknum warga berinisial (L), yang berada di belakang RM Bunga Raya, tepat di tengah lingkungan padat penduduk. Dentuman keras disertai kobaran api memecah ketenangan warga.
Kepanikan tak terhindarkan. Warga berhamburan keluar rumah, khawatir ledakan susulan meluluhlantakkan permukiman.
Peristiwa ini bukan yang pertama. Namun lagi-lagi, kejadian baru menjadi perhatian serius setelah api membesar dan nyawa terancam. Fakta bahwa fasilitas berisiko tinggi seperti ini masih bisa beroperasi di kawasan padat penduduk menimbulkan pertanyaan keras: di mana pengawasan? Di mana tindakan tegas sebelum tragedi terjadi?
Aktivitas illegal refinery bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah ancaman nyata terhadap keselamatan publik dan bom waktu bagi lingkungan. Proses penyulingan tradisional tanpa standar keselamatan berpotensi mencemari tanah, air, dan udara. Dampaknya bukan hanya hari ini, tetapi bisa merusak ekosistem dalam jangka panjang.
Sejumlah warga menilai pendekatan sosialisasi dan imbauan yang selama ini dilakukan tidak lagi efektif. Edukasi tanpa penindakan hanya menjadi formalitas jika praktik ilegal tetap berjalan. Penegakan hukum tanpa kompromi menjadi tuntutan yang kian menguat.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin bersama Aparat Penegak Hukum (APH) didorong segera melakukan penutupan permanen seluruh titik illegal refinery yang masih aktif. Langkah represif yang memberikan efek jera dinilai mutlak diperlukan. Penegakan hukum tidak boleh lagi bersifat reaktif setelah ledakan terjadi, melainkan harus preventif, sistematis, dan menyasar aktor-aktor utama di balik rantai distribusi.
Saat ini, penyelidikan tengah dilakukan oleh jajaran Polsek Sanga Desa dan Polres Musi Banyuasin. Garis polisi telah terpasang, keterangan saksi dihimpun, dan proses hukum dikabarkan berjalan.
Namun publik tidak lagi hanya menunggu klarifikasi. Masyarakat menuntut langkah konkret, transparan, dan berkelanjutan. Jika ledakan demi ledakan terus berulang tanpa solusi permanen, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar penegakan hukum—melainkan keselamatan warga dan wibawa negara itu sendiri.(Faisal)
Editor : RedakturSumber : Team