Diduga Jaringan "Jali" Kembali Bergerak, Mobil Cold Diesel Pengangkut Minyak Ilegal Refinery dari Keluang Bebas Melintas, Himbauan Kapolda Dipertanyakan

Diduga Jaringan "Jali" Kembali Bergerak, Mobil Cold Diesel Pengangkut Minyak Ilegal Refinery dari Keluang Bebas Melintas, Himbauan Kapolda Dipertanyakan
Diduga Jaringan "Jali" Kembali Bergerak, Mobil Cold Diesel Pengangkut Minyak Ilegal Refinery dari Keluang Bebas Melintas, Himbauan Kapolda Dipertanyakan

Investigasimabes.com | Musi Banyuasin — Dugaan praktik pengangkutan minyak hasil illegal refinery di Kabupaten Musi Banyuasin kembali mencuat dan memantik sorotan publik. Di tengah gencarnya penutupan sumur minyak ilegal di wilayah HGU PT Hindoli, Kecamatan Keluang, aktivitas distribusi minyak diduga ilegal justru disebut masih berlangsung secara terang-terangan.

Berdasarkan temuan di lapangan, sejumlah mobil cold diesel dengan nomor polisi BE 8409 MU dan BE 9395 NQ diduga digunakan untuk mengangkut minyak hasil refinery ilegal yang berasal dari Kecamatan Keluang. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait efektivitas penindakan terhadap mata rantai distribusi, meski aparat sebelumnya telah menegaskan penutupan total terhadap sumur-sumur ilegal di kawasan tersebut.

Isu mengenai dugaan adanya “koordinasi jali” kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Dugaan ini merujuk pada adanya praktik terstruktur yang dinilai membuat aktivitas pengangkutan minyak ilegal tetap berjalan meskipun sudah berulang kali disorot media dan dikeluhkan warga.

Situasi ini dinilai berpotensi mencederai komitmen penegakan hukum yang sebelumnya telah disampaikan Kapolda Sumatera Selatan terkait pemberantasan illegal drilling dan illegal refinery di Musi Banyuasin. Masyarakat pun mendesak agar aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada penutupan sumur, tetapi juga membongkar jalur distribusi serta pihak-pihak yang diduga bermain di balik pengangkutan minyak ilegal tersebut.

“Jika benar sumur ilegal sudah ditutup total, lalu dari mana asal minyak yang masih diangkut? Ini yang harus dibuka secara transparan agar publik tidak menilai ada pembiaran,” ujar salah satu sumber masyarakat setempat.

Warga berharap Kapolda Sumsel segera turun tangan menindaklanjuti dugaan jaringan distribusi ilegal ini secara menyeluruh, termasuk menelusuri aktor lapangan maupun pihak yang diduga melindungi aktivitas tersebut.

Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi kunci untuk memutus praktik mafia minyak ilegal yang selama ini merugikan negara, merusak lingkungan, dan membahayakan keselamatan masyarakat.

Sorotan terhadap dugaan “jali” bukan sekadar isu lokal, melainkan telah menjadi ujian serius bagi konsistensi aparat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu di wilayah yang selama ini dikenal rawan aktivitas illegal drilling.(TEAM)

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim