InvestigsiMabe.com | Bangka -Rekonsiliasi Ormas Laskar Merah Putih (LMP) di tingkat pusat mengerucut ke Markas Daerah (Mada) Provinsi Bangka Belitung.
Dua ketua Mada Provinsi Bangka Belitung Ferry Irawan dari kubu Ketua Umum M. Arsyad Cannu dan Kadrik alias Johan dari kubu Efril Manurung sepakat bergabung dan
mengakhiri dualisme kepemimpinan yang terjadi bertahun-tahun.
Keduanya sepakat bergabung ditandai dengan rekonsiliasi perdana yang berlangsung di kedai kopi Tung Tau, jalan Baru kota Pangkalpinang, Rabu (7/5/2026).
Rekonsiliasi dihadiri Sekretaris Mada kubu ketum M. Arsyad Cannu, Reza, Ketua Harian Anthoni dan Plt ketua LMP kota Pangkalpinang Eka Firmansyah alias Kekez. Sementara dari kubu ketum Efril Manurung, dihadiri Sekretaris Mada Dani dan Ketua Harian Iwan.
Mengawali sambutan, Dani mengatakan pertemuan malam tadi merupakan ajang penyamaan persepsi pasca rekonsiliasi LMP yang terjadi dipusat.
"Ini sekedar pengantar, intinya pertemuan kita malam ini untuk menyamakan persepsi mau kita bawa kemana organisasi ini agar kedepan lebih terarah dan bermanfaat bagi kader-kader LMP semua," kata Dani seraya memberikan kesempatan kepada kedua Kamada untuk menyampaikan sambutan mereka.
Di tempat yang sama, Ferry kami secara pribadi menyambut baik dan terharu atas rekonsiliasi ini.
Apalagi menurut Ferry, ketum M. Arsyad Cannu dan Efril Manurung merupakan sahabat baik.
Tentunya saya secara pribadi dan organisasi menyambut baik rekonsiliasi ini. Apalagi mereka ini sahabat baik, satu ketua umum satu ketua harian. Kita berharap rekonsiliasi ini juga terjadi di 38 LMP daerah. Dan rekonsiliasi ini suatu keniscayaan.
"Intinya kita tidak bawa ego, jabatan itu cuma amanah tetap saya tetap dengan segala kekurangan dan kelebihan saya akan tetap berjuang. Disini. Dari 2011 saya sudah bergabung dan berjuang di LMP," kata Ferry.
Ferry berharap konsolidasi dan pertemuan tadi malam bisa berjalan dengan baik dan menebar manfaat berkesinambungan bagi kader-kader LMP.
"semoga Rekonsiliasi daerah ini bisa berjalan dengan baik, mudahan-mudahan bermanfaat bagi kader-kader kita semua," pungkasnya.
Sementara Johan, memastikan kecintaan dirinya terhadap organisa LMP. Untuk itu, kendati bertahun-tahun terjadi gesekan dan perpecahan di kubu LMP pusat, Johan masih tetap memupuk dan membesarkan LMP.
"Dan Alhamdulillah tanpa mengurangi rasa kebanggaan kita jalannya Allah kita berkumpul disini dengan niat yang baik. Dari dulu kalau bicara LMP, kita cinta LMP. buktinya meskipun di atas terjadi gesekan dan terpecah belah cuma kita di daerah tetap solid," kata Johan mengawali sambutannya.
Bagi Jojan, momentum rekonsiliasi LMP pusat 17 April lalu menjadi energi dan babak baru bagi daerah untuk menyatukan persepsi, Mengakhiri perpecahan, menyatukan visi organisasi, serta fokus pada penguatan kader dan program kebangsaan.
"17 April kemarin momentum paling berkesan di LMP. Dua tokoh besar LMP islah karena mungkin sudah jenuh. Sama kita juga sudah jenuh. Tapi kita serba salah, satu sisi kita satu komando dari pimpinan kita dan kita tidak akan berbelok ketika belum ada intruksi dari mereka. Salah satu bukti kita cinta LMP kita menunggu mereka dengan sabar selama bertahun tahun panjang," sambung Johan yang jug berprofesi sebagai lawyer tersebut.
"Ketika bicara satu komando apapun itu gak ada cerita, soal jabatan itu tinggal nanti kita diskusikan, di mana mana posisinya kita berembuk. Salah satu pertemuan malam ini mungkin kita akan lanjut dengan rekonsiliasi lebih besar lagi," timpalnya.
Sebelumnya, kepemimpinan H.M Arsyad Cannu resmi mengantongi legitimasi hukum melalui putusan PTUN DKI Jakarta dan PN Jakarta Barat. Kedua putusan tersebut menegaskan statusnya sebagai Ketua Umum yang sah.
Tak hanya itu, pengesahan administratif melalui Kementerian Hukum dan HAM lewat sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) semakin memperkokoh posisi kepemimpinan secara formal. Dengan landasan hukum yang kuat dan dukungan rekonsiliasi internal, stabilitas organisasi kini dinilai semakin solid.(Red)
Editor : RedakturSumber : Team