InvestigasiMabes.com | Lampung Selatan – Menanggapi sorotan publik dan pemberitaan sebelumnya terkait kehadiran Kepala Sekolah SDN Kuala Sekampung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan yang dinilai jarang berada di kantor.
Awak media telah menelusuri fakta mendalam dan mendapatkan penjelasan lengkap serta klarifikasi resmi,Ternyata di balik ketidakhadiran yang menjadi pertanyaan besar itu, tersimpan semangat pengabdian yang patut diapresiasi, Sugiyanto kepala Sekolah yang bersangkutan, tetap berusaha datang ke sekolah dan menjalankan tugasnya, meski kondisi kesehatannya sedang menurun dan harus berbagi waktu dengan jadwal pengobatan rutin.
Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, pantauan awal di lokasi serta keterangan dari Ketua K3S Kecamatan Sragi, Sutris, menyebutkan bahwa pimpinan sekolah tersebut sulit ditemui di ruang kerjanya sering kosong, dan jarang ada selama jam operasional berlangsung.
Kondisi ini sempat memicu berbagai dugaan, mulai dari ketidakdisiplinan, kelalaian tugas, hingga kecurigaan terkait pengelolaan dana operasional sekolah. Masyarakat dan wali murid pun mempertanyakan kinerjanya, mengingat jabatan kepala sekolah adalah pemimpin dan manajer yang seharusnya selalu ada dan menjadi teladan bagi warga sekolah.
Namun, setelah kami gali informasi secara mendalam dan memastikan kebenarannya ke berbagai pihak, terungkaplah kenyataan yang jauh berbeda dari dugaan semata. Diketahui secara pasti bahwa Giyanto saat ini memang sedang mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius dan wajib menjalani rangkaian pengobatan medis secara teratur dan berkesinambungan. Kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya, sehingga secara kemampuan tenaga dan waktu, beliau belum memungkinkan untuk bekerja penuh waktu, hadir dari awal hingga akhir jam kerja seperti pegawai yang berada dalam kondisi sehat prima.
Poin paling penting yang ingin kami luruskan dan sampaikan secara gamblang di sini adalah: Beliau sama sekali tidak meninggalkan tugas, mengabaikan tanggung jawab, atau lari dari kewajibannya.
Meski sedang sakit, dalam masa pemulihan, dan memiliki jadwal pengobatan yang padat, Kepala Sekolah Giyanto masih berjuang keras menyisihkan waktunya untuk tetap datang ke sekolah. Beliau tetap bertemu dengan rekan guru dan staf, tetap berupaya melayani keperluan administrasi, serta tetap memantau jalannya kegiatan pendidikan agar berjalan kondusif.
Kehadirannya memang tidak setiap hari dan tidak sepanjang waktu kerja, namun selalu ada alokasi waktu yang disisihkan khusus untuk mengurus kepentingan sekolah, siswa, dan masyarakat. Beliau datang, bekerja sekuat tenaga sesuai kemampuan fisik yang dimilikinya saat itu, lalu kembali beristirahat atau melanjutkan jadwal pengobatan, sama sekali bukan menghilang begitu saja tanpa kabar dan alasan.
Kondisi kesehatan inilah yang menjadi jawaban logis dan alasan utama mengapa beliau kerap sulit dihubungi atau lambat merespons pesan maupun telepon masuk. Saat sedang menjalani pengobatan, atau saat kondisi fisik sedang menurun drastis, fokus dan akses komunikasi memang menjadi terbatas dan terganggu.
Namun hal itu bukan berarti tidak ada niat untuk melayani atau mengabaikan pekerjaan. Justru, usaha beliau untuk tetap hadir dan mengurus sekolah meski sedang sakit adalah bukti nyata dedikasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap amanah negara yang diembannya.
Dengan terungkapnya fakta klarifikasi ini, maka seluruh kecurigaan yang sempat mengemuka di tengah masyarakat,termasuk dugaan penyalahgunaan wewenang atau penyelewengan pengelolaan dana operasional sekolah terbukti sama sekali tidak berdasar dan jauh dari kenyataan.
Ketidakhadiran yang terlihat publik murni disebabkan oleh keterbatasan fisik dan kewajiban menjalani pengobatan demi kesembuhan, bukan karena kelalaian, apalagi kesengajaan. Bahkan, semangatnya untuk tetap masuk sekolah meski tidak penuh waktu justru menunjukkan bahwa beliau adalah sosok pemimpin yang peduli, berjiwa pengabdian, dan tidak ingin lepas kendali dari tugas negara.
Sebagai media yang menjunjung tinggi prinsip kebenaran, keseimbangan, dan keadilan informasi, investigasimabes.com merasa wajib meluruskan hal ini agar tidak terjadi penilaian yang keliru dan merugikan nama baik pribadi maupun institusi pendidikan.
Kami mengajak seluruh warga masyarakat, wali murid, rekan sejawat, dan pihak Dinas Pendidikan untuk dapat memaklumi kondisi ini, mengingat hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan berada di luar kehendak manusia dan merupakan hak setiap pegawai. Apresiasi selayaknya diberikan karena beliau masih berjuang mengabdi meski sedang tidak dalam kondisi sehat.
Kami juga menyampaikan doa dan harapan tulus dari segenap redaksi investigasimabes.com.semoga Sugiyanto iyanto segera diberikan kesembuhan total, kesehatan yang prima, kekuatan, dan ketabahan, sehingga dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali bekerja secara penuh waktu serta maksimal seperti sediakala.
Tetap kami tegaskan bahwa setiap pemberitaan yang kami sajikan senantiasa berangkat dari fakta yang berkembang di lapangan, dan kami selalu membuka ruang seluas-luasnya untuk peluruhan informasi demi kebenaran yang utuh dan adil.(Rif).
Editor : RedakturSumber : Team