Diduga Ada Dalang Utama, Eks Waka BGN Ajukan Justice Collaborator ke Kejagung

Diduga Ada Dalang Utama, Eks Waka BGN Ajukan Justice Collaborator ke Kejagung
Diduga Ada Dalang Utama, Eks Waka BGN Ajukan Justice Collaborator ke Kejagung

InvestigasiMabes.com | Jakarta- Pencopotan dan penetapan status tersangka terhadap mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, SS, menuai sorotan tajam. SS diduga sengaja dijadikan "tumbal" dan dikorbankan oleh oknum tertentu setelah dirinya berani membongkar praktik lancung jual beli titik lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebelum resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, 3 Juni 2026, SS tercatat pernah mengungkap adanya dugaan praktik jual beli titik lokasi dapur SPPG pada Mei 2026 lalu. Namun ironisnya, SS justru dicopot dari jabatannya atas dugaan kasus yang sama, yang hingga saat ini diklaim sama sekali tidak terbukti.

Merespons kriminalisasi tersebut, SS secara resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) guna membongkar tuntas akar korupsi di tubuh BGN pusat.

"Kasus ini harus dibuat terang benderang. Mantan Waka BGN SS hanyalah 'wayang' yang sengaja ditumbalkan. Dengan pengajuan Justice Collaborator ini, kita menanti keberanian Jaksa Agung untuk mengambil langkah tegas demi mengungkap dalang utama di balik rantai korupsi sistemik ini," ujar salah satu pengamat politik

Selain kejanggalan hukum, struktur kepemimpinan di BGN Pusat saat ini juga mendapat kritik keras. Demi perbaikan dan independensi lembaga, posisi strategis di BGN seharusnya diisi oleh figur yang memiliki latar belakang akademik mumpuni serta keahlian di bidang gizi.

Kenyataan bahwa Kepala BGN Pusat saat ini tidak memiliki latar belakang yang sesuai dengan bidang kerja lembaga tersebut, semakin memperkuat indikasi adanya faktor kepentingan politis yang kuat di balik penangkapan dan penyingkiran SS.

Kini, publik menunggu langkah nyata dari Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menerima pengajuan JC dari SS demi membongkar siapa saja aktor intelektual dibalik rantai korupsi di tubuh BGN Pusat.

Reporter : Rio

Editor : Redaktur
Sumber : Team