ATR/BPN Bangka Barat Dinilai Abaikan Undangan Resmi, Pelayanan Dipertanyakan

ATR/BPN Bangka Barat Dinilai Abaikan Undangan Resmi, Pelayanan Dipertanyakan
ATR/BPN Bangka Barat Dinilai Abaikan Undangan Resmi, Pelayanan Dipertanyakan

InvestigasiMabes.com | Bangka Barat -Pelayanan Kantor ATR/BPN Kabupaten Bangka Barat kembali menjadi sorotan. Instansi yang mengusung slogan "Melayani dengan Sepenuh Hati" dinilai belum mampu merealisasikan komitmen tersebut dalam praktik pelayanan kepada masyarakat.

Kekecewaan ini dirasakan oleh rombongan Pemerintah Desa Air Putih yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Dusun, Ketua BPD, serta wartawan InvestigasiMabes.com. Mereka hadir memenuhi undangan resmi dari pihak ATR/BPN Bangka Barat terkait penyelesaian permasalahan tanah pada Selasa (23/6/2026) pukul 14.30 WIB.

Rombongan tiba tepat waktu sesuai jadwal yang tercantum dalam undangan. Setibanya di kantor ATR/BPN Bangka Barat, mereka disambut oleh petugas keamanan dan dipersilakan masuk. Saat itu, petugas keamanan menyampaikan bahwa pimpinan kantor masih dalam perjalanan setelah mendampingi tamu dari Kantor Wilayah di kawasan Menumbing.

Dengan penuh kesabaran, rombongan menunggu kedatangan pimpinan ATR/BPN Bangka Barat. Baru sekitar pukul 16.00 WIB, pimpinan diketahui telah tiba di kantor. Selanjutnya, rombongan dipersilakan memasuki ruang rapat untuk agenda yang telah dijadwalkan.

Namun harapan untuk memperoleh penyelesaian atas persoalan yang dihadapi tidak kunjung terwujud. Setelah menunggu sekitar 15 menit di ruang rapat, tidak ada satu pun pejabat maupun staf ATR/BPN yang hadir untuk memulai pertemuan atau memberikan penjelasan kepada para tamu yang telah memenuhi undangan resmi tersebut.

Merasa tidak mendapatkan kepastian dan menganggap kehadiran mereka kurang dihargai, rombongan akhirnya mengambil keputusan meninggalkan ruang rapat dan membatalkan pertemuan.

Saat rombongan hendak meninggalkan area kantor, dua orang staf ATR/BPN, seorang perempuan dan seorang laki-laki, sempat berupaya mengajak mereka kembali masuk ke ruang pertemuan. Namun rasa kecewa yang telah memuncak membuat rombongan memilih meninggalkan kantor ATR/BPN Bangka Barat.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas pelayanan publik di lingkungan ATR/BPN Bangka Barat. Masyarakat berharap instansi pemerintah tidak hanya menjadikan slogan "Melayani dengan Sepenuh Hati" sebagai sekadar motto, tetapi juga diwujudkan dalam sikap profesional, penghormatan terhadap waktu, serta komitmen terhadap setiap undangan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Reporter: Ten Njuk San

Editor : Redaktur
Sumber : Team