InvestigasiMabes.com lTanimbar - Sejumlah tokoh dan warga Desa Lermatang akhirnya angkat bicara menyikapi berbagai aksi dan pernyataan yang dilakukan oleh beberapa kelompok di luar desa yang dinilai kerap membawa-bawa nama seluruh masyarakat Lermatang tanpa persetujuan maupun mandat yang jelas.
Masyarakat menilai tindakan tersebut sangat memalukan karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik seolah-olah seluruh warga Desa Lermatang memiliki pandangan dan sikap yang sama dengan kelompok tertentu, padahal kenyataannya tidak demikian.
"Kami merasa prihatin dan sangat menyayangkan tindakan segelintir pihak yang terus mengatasnamakan masyarakat Desa Lermatang untuk kepentingan mereka sendiri. Jangan membawa nama seluruh warga demi agenda kelompok ataupun kepentingan tertentu yang tidak pernah dibicarakan bersama masyarakat," ujar salah satu tokoh masyarakat.
Menurut warga, Desa Lermatang memiliki mekanisme musyawarah dan forum adat tersendiri dalam menentukan sikap terhadap berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan bersama. Karena itu, tidak seorang pun berhak mengklaim dirinya sebagai representasi seluruh masyarakat tanpa legitimasi yang sah.
Masyarakat menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, penggunaan nama rakyat untuk memperoleh dukungan, pengaruh, maupun manfaat tertentu tanpa persetujuan warga dinilai sebagai tindakan yang tidak etis dan mencederai semangat kebersamaan yang selama ini dijaga.
"Kami meminta kepada seluruh ormas, OKP, LSM, maupun kelompok lain agar menghormati masyarakat Desa Lermatang. Jika ingin menyampaikan aspirasi, lakukanlah atas nama organisasi masing-masing dan jangan mengatasnamakan seluruh warga tanpa mandat yang jelas," tegas mereka.
Lebih lanjut, masyarakat mengajak seluruh elemen untuk mengedepankan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap keputusan bersama. Mereka berharap tidak ada lagi pihak-pihak yang memanfaatkan nama Desa Lermatang demi kepentingan pribadi, kelompok, ataupun asas manfaat tertentu yang tidak sejalan dengan aspirasi mayoritas masyarakat.
Di akhir pernyataannya, warga menegaskan bahwa masyarakat Desa Lermatang tetap berkomitmen menjaga persatuan, keamanan, dan keharmonisan sosial, serta menolak segala bentuk tindakan yang dapat memecah belah masyarakat atau menimbulkan persepsi keliru di ruang publik.
"Biarkan masyarakat Desa Lermatang berbicara untuk dirinya sendiri. Kami tidak membutuhkan pihak lain untuk mengklaim mewakili suara kami tanpa persetujuan dan tanpa amanat yang jelas dari masyarakat," pungkas mereka.
(Redaksi)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim