Alun-alun Kota Bogor: Akhir Liburan Sekolah

Alun-alun Kota Bogor: Akhir Liburan Sekolah
Alun-alun Kota Bogor: Akhir Liburan Sekolah

Investigasimabes.com l Bogor - Jam menunjukkan pukul 14.30 WIB. Matahari masih terasa panasnya. Masuk Alun-alun disambut dengan berbagai suara musik pengamen dengan peralatan lengkap.

Ini Alun-alun Kota Bogor. Hari Sabtu.

Tidak ada panggung megah sabtu ini, tidak ada konser artis. Yang ada adalah lapangan rumput seluas ±2 hektar, beberapa gazebo, hamparan tikar yang diduduki oleh pengunjung, dan ratusan manusia yang silih berganti. Di kota yang dijuluki "Kota Hujan" ini, akhir pekan selalu punya cerita untuk nongkrong di alun-alun.

*Hiburannya Masyarakat Kota Bogor*

Setiap lapangan yang ada di Alun-alun ini menjadi titik keramaian. Ada beberapa panggung hiburan tempat orkes ala Bogor dengan kaleng sukarela didepan mereka tempat lalulalang pejalan kaki.

Para pengunjung sambil duduk lesehan. Ada yang gelar tikar, ada yang duduk di paving. Para orangtua yang sedang memanjakan keluarga dengan duduk sambil menikmati jajanan yang ada.

"Sudah langganan tiap antar jemput anak ke pondok pesantren mampir ke sini untuk rehat dan menikmati suasana Bogor. Gratis, bersih, anak-anak bisa ekspres." kata Ibu Mintang, warga dari Jakarta sambil menggandeng anaknya.

*Ekonomi Rp20 Ribuan*

Kalau mau lihat denyut ekonomi mikro, datanglah ke sini pas weekend. Sepanjang sisi alun-alun, tenda biru dan payung warna-warni berjejer sejak pagi.

Jajanan yang paling dominan di Alun-alun ini adalah:

*Makanan*: Sosis bakar Rp5 ribu, jagung bakar keju Rp10 ribu, bandrek dan bajigur Rp8 ribu, cilok kuah pedas, sampai nasi timbel ayam Rp15 ribu. Pembelinya tidak pernah sepi. "Dari jam 14:00 sampai menjelang larut malam justru semakin ramai.

*Mainan*: Gelembung sabun raksasa Rp10 ribu, pistol air, layang-layang dan masih banyak yang lainnya.

*Jasa*: Tukang foto polaroid, tukang lukis wajah, sampai tukang delman. Delman keliling alun-alun.

Pemerintah kota sudah menata. Ada titik pedagang yang rapi. Ada tempat sampah tiap 10 meter. Tapi tantangan tetap ada: parkir liar dan pungli masih suka muncul pas jam padat.

*Catatan di Balik Keramaian*

Di balik keramaian, ada cerita lain.

Hampir di semua tempat keramaian selalu ada cerita seru, khususnya terkait dengan fasilitas umum yang dibutuhkan oleh semua kalangan yaitu tempat buang hajat.

Untuk Petugas kebersihan di Alun-alun kota bogor ini sangat layak untuk dijadikan contoh bagi tempat-tempat lain. Selain memang dukungan warga pengunjung yang sudah mulai sadar buang ke tempatnya.

Dari sisi keamanan, cukup baik beberapa anggota Satpol PP jalan patroli. Tugasnya menertibkan pedagang yang keluar jalur dan bersiap siaga menerima aduan anak-anak yang terpisah dari orangtuanya.

Di hari-hari tertentu Pemkot Bogor juga memanfaatkan alun-alun untuk kampanye juga ada stand UMKM binaan.

*Ruang Gratis yang Luas dan Ramah*

Jam 16.00 setelah waktu sholat ashar perlahan orang mulai padat. Beberapa panggung yang siang tadi kosong saat ini sudah mulai didatangi beberapa personil untuk uji sound.

Alun-alun Kota Bogor di akhir pekan ini menawarkan kesederhanaan dan keramahan. Tidak ada tiket masuk dan tidak ada fasilitas AC.

Yang ditawarkan adalah ruang, waktu, dan rasa kebersamaan penuh kesederhanaan.

Di saat hiruk-pikuk badai PHK dan harga cabe naik, bensin naik, dan kerjaan makin menekan, tempat ini jadi salahsatu pilihan untuk jeda sejenak.

Mungkin itu bisa dijadikan bahan untuk tadabur alam sembari merenung sambil bertanya. Siapa yang menciptakan Alam semesta, Manusia dan Kehidupan ini? Untuk apa itu semua diciptakan? Dan Kemana semua itu setelah tiada?

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim