Kementan-Unhas Perkuat Ekosistem ALOPE UNHAS-1 Menuju Kemandirian Bibit Unggas Lokal

Kementan-Unhas Perkuat Ekosistem ALOPE UNHAS-1 Menuju Kemandirian Bibit Unggas Lokal
Kementan-Unhas Perkuat Ekosistem ALOPE UNHAS-1 Menuju Kemandirian Bibit Unggas Lokal

InvestigasiMabes.com | Makassar – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) terus memperkuat pengembangan Ayam Lokal Pedaging Unggul (ALOPE) UNHAS-1 sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian bibit unggas lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, melalui Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat ekosistem pengembangan unggas lokal yang terintegrasi dan berkelanjutan guna mewujudkan kemandirian pangan berbasis unggas lokal.

Sementara itu, Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa ALOPE UNHAS-1 merupakan wujud nyata kontribusi Unhas dalam mendukung kemandirian pangan berbasis unggas lokal. Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian serta mendorong percepatan pengembangan ALOPE UNHAS-1 melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan peternak.

"ALOPE UNHAS-1 merupakan hasil inovasi dan riset anak bangsa yang kami harapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Universitas Hasanuddin berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi ini bersama Kementerian Pertanian, dunia usaha, dan para peternak sehingga ayam lokal unggul dapat menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak," ujar Jamaluddin.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Makassar, Jumat (17/7/2026). Diskusi yang dimoderatori Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Syahdar Baba, menghadirkan unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, koperasi, dan peternak untuk merumuskan strategi pengembangan ALOPE UNHAS-1 secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam sesi diskusi, Hary Suhada menjelaskan bahwa ayam lokal memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sumber diversifikasi protein hewani, tetapi juga dalam menjaga kelestarian sumber daya genetik ternak Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, populasi ayam lokal mencapai 171,09 juta ekor dengan produksi daging sebesar 211,24 ribu ton atau sekitar 4,69 persen dari total produksi daging ayam nasional.

Hary menjelaskan, ALOPE UNHAS-1 telah resmi dilepas sebagai galur ayam lokal pedaging unggul melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 838/Kpts/HK.150/M/09/2025. Ayam ini mampu mencapai bobot sekitar 1 kilogram pada umur 60 hari. Ke depan, pengembangannya diarahkan untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat tanpa mengurangi aspek kesehatan, kualitas karkas, maupun efisiensi usaha.

Menurut Hary, Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan ALOPE UNHAS-1 melalui penguatan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit, pakan, layanan kesehatan hewan, budidaya, hingga pengolahan dan pemasaran. Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan percontohan sebelum model pengembangannya direplikasi ke berbagai daerah di Indonesia.

"Pengembangan ALOPE UNHAS-1 merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian bibit unggas lokal. Kementerian Pertanian akan terus mengawal pengembangannya melalui penguatan sistem pembibitan, penerapan standar mutu, kemitraan dengan berbagai pihak, hingga hilirisasi. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis ALOPE UNHAS-1 dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan produksi ayam lokal nasional sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi peternak," tegas Hary.

Melalui FGD ini, para peserta diharapkan dapat merumuskan langkah tindak lanjut pengembangan ALOPE UNHAS-1, mulai dari target produksi bibit, tata kelola pembibitan, penerapan teknologi budidaya, penguatan model kemitraan, hilirisasi, hingga strategi pemasaran. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan peternak diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian bibit ayam lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak Indonesia.

Editor : Redaktur
Sumber : Team