InvestigasiMabes.com | Konawe Selatan, 20 Juni 2026 – Tim Media Investigasi MABES.COM.Andriawan Polingai salah satu Mahasiswa Hukum di IAI Rawa Aopa.menemukan sebuah bangunan terbengkalai yang diduga merupakan Terminal di Desa Sanggi-Sanggi, Kecamatan Palangga, Kabupaten Konawe Selatan.
Bangunan megah itu sudah bertahun-tahun mangkrak tanpa kejelasan peruntukan dan fungsi. Padahal pembangunan tersebut disebut-sebut menghabiskan anggaran miliaran rupiah dari APBD Provinsi.
TEMUAN DI LAPANGAN
Berdasarkan pantauan tim di lapangan, kondisi bangunan sudah rusak, ditumbuhi semak, dan tidak ada aktivitas sama sekali. Tidak ada papan informasi proyek maupun penjelasan terkait status bangunan tersebut.
Menurut informasi dari masyarakat sekitar, bangunan ini merupakan proyek Terminal yang di tender oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara* beberapa tahun lalu.
_“Sudah lama sekali pak itu mangkrak. Dari awal dibangun sampai sekarang tidak pernah dipakai. Kami juga tidak tahu itu mau jadi apa. Sayang sekali uang negara miliaran habis begitu saja”_ ujar salah satu warga Desa Sanggi-Sanggi yang enggan disebutkan namanya.
TUNTUTAN PUBLIK: SIAPA BERTANGGUNG JAWAB?
Temuan ini memunculkan tanda tanya besar. Dengan uang rakyat miliaran rupiah, seharusnya bangunan tersebut bisa berfungsi dan bermanfaat bagi masyarakat Palangga dan Konawe Selatan pada umumnya.
Tim Investigasi Mabes. Com mendesak:
1. Pemprov Sultra selaku pihak yang men-tender agar segera memberikan klarifikasi dan penjelasan publik terkait nasib proyek terminal ini.
2. APIP, Kejaksaan, dan BPK* untuk melakukan audit dan penelusuran terhadap penggunaan anggaran proyek tersebut.
3. Pemerintah Kabupaten KonSel dan Pemdes Sanggi-Sanggi* agar segera berkoordinasi untuk menentukan fungsi bangunan agar tidak terus menjadi aset mangkrak.
_“Ini bukan hanya soal bangunan. Ini soal uang rakyat. Jika ada unsur kelalaian atau penyimpangan, maka hukum harus ditegakkan. Jangan sampai uang miliaran hanya jadi tontonan”_ tegas Andriawan polingai Tim Investigasi MABES.COM.
Sampai berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi.
(Andriawan polingai)
Editor : RedakturSumber : Team