Antrian BBM di potoro picu Sorotan Deddyansa Mahasiswa, HMJ- HTN IAI Rawa Aopa

Antrian BBM di potoro picu Sorotan Deddyansa Mahasiswa, HMJ- HTN IAI Rawa Aopa
Antrian BBM di potoro picu Sorotan Deddyansa Mahasiswa, HMJ- HTN IAI Rawa Aopa

InvestigasiMabes.com | Konawe Selatan -Antrian panjang kendaraan di SPBU Potoro, Kabupaten Konawe Selatan menjadi perhatian publik. Masyarakat yang membutuhkan Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite untuk aktivitas sehari-hari terpaksa harus rela menunggu dalam waktu yang cukup lama.

Menanggapi kondisi tersebut, Koordinator Publikasi HMJ-HTN Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Bung Dedy, meminta aparat penegak hukum dan instansi terkait agar memperketat pengawasan terhadap distribusi BBM di SPBU Potoro.

Dedy menilai antrian di SPBU Potoro harus menjadi perhatian bersama. Terlebih apabila terdapat dugaan adanya praktik penyimpangan dalam rantai distribusi BBM yang dapat berdampak pada ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

_“Masyarakat kecil yang memakai kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga jangan sampai menjadi pihak yang dirugikan. Mereka datang ke SPBU dengan harapan mendapatkan BBM, tetapi harus menghabiskan waktu berjam-jam lamanya karena antrian yang panjang”_ ujar Dedy, Senin 20/07/2026.

Menurutnya distribusi BBM, terutama jenis bersubsidi harus benar-benar diawasi agar sesuai dengan aturan dan peruntukannya.

Apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran seperti penyalahgunaan pengangkutan tanpa ketentuan, atau distribusi yang tidak sesuai prosedur, maka aparat penegak hukum harus mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku.

_“Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional dan tidak tebang pilih. Pelanggaran harus diproses sesuai hukum. Namun tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan berdasarkan bukti yang sah”_ tegasnya.

Dedy juga meminta Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum, serta pihak terkait untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan distribusi BBM agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar.

_“Transparansi dan pengawasan di lapangan sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai kebutuhan masyarakat terganggu akibat lemahnya pengawasan terhadap distribusi energi”_ tuturnya.

Bung Dedy juga menilai lemahnya pengawasan APH terhadap SPBU Potoro,kalau APH tidak merespon keluhan Rakyat, jangan Salakan Rakyat akan melakukan Aksi Demonstrasi"tutupnya.

Editor : Redaktur
Sumber : Team