Suara langit mengalir ke Sesepuh Padepokan " Pasukan Gaib" melalui bisikan ghaib yang dikenal dengan nama Laskar Langit Sejati

Suara langit mengalir ke Sesepuh Padepokan " Pasukan Gaib" melalui bisikan ghaib yang dikenal dengan nama Laskar Langit Sejati
Suara langit mengalir ke Sesepuh Padepokan " Pasukan Gaib" melalui bisikan ghaib yang dikenal dengan nama Laskar Langit Sejati

InvestigasiMabes.com | Redaksi - Sang pengasuh kerap menyampaikan kisah-kisah berlambang. Ia selalu mengingatkan para muridnya bahwa semua yang disampaikan hanyalah cerita fiktif, sebagai sarana mengambil hikmah tentang kepemimpinan, amanah, dan tabiat manusia.

"Dalam penglihatanku, tampak sebuah kerajaan bernama Sido Kemplang. Rajanya baru saja dilantik. Karena masih baru memegang tampuk kekuasaan, ia belum mengetahui secara utuh pos-pos mana saja yang menghasilkan upeti, mana yang menjadi hak kerajaan, dan mana yang seharusnya kembali kepada kesejahteraan rakyat."

Karena itulah, suatu hari sang Permaisuri memutuskan melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke salah satu wilayah yang dipimpin seorang Adipati wanita. Dalam rombongan itu turut hadir para pejabat kerajaan, prajurit pengawal, para juru tulis, serta seorang utusan kerajaan bernama Joko Hambara.

Joko Hambara bukan orang asing bagi wilayah tersebut. Ia berasal dari daerah yang sama dengan sang Adipati. Dahulu ia hanyalah rakyat biasa yang mengabdi kepada Manuk Ngengkel, seorang mantan prajurit yang kemudian berhasil mengkudeta dan menumbangkan Raja Joyo Koyo, lalu mendirikan kekuasaan baru di Kerajaan Pajeki Sudro. Sebagai balas jasa, Manuk Ngengkel mengangkat Joko Hambara menjadi salah satu utusan kerajaan yang memiliki kedudukan tinggi.

Sebelum rombongan berangkat, Joko Hambara telah lebih dahulu membisikkan sesuatu kepada Permaisuri.

"Paduka, bila ingin mengetahui mengapa sebagian upeti kerajaan tak pernah sampai ke perbendaharaan, datanglah sendiri ke wilayah sang Adipati. Di sana Paduka akan menemukan jawabannya."

Mendengar hal itu, Permaisuri memilih tidak langsung mempercayainya. Ia ingin menyaksikan semuanya dengan mata kepala sendiri.

Sesampainya di wilayah sang Adipati, rombongan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa lumbung, gudang, dan tempat penyimpanan hasil bumi. Catatan para juru tulis kerajaan ternyata tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan.

Di hadapan seluruh rombongan, Permaisuri menyaksikan adanya selisih upeti yang begitu besar. Sebagian hasil bumi dan kekayaan wilayah ternyata tidak pernah tercatat masuk ke kas kerajaan maupun disalurkan untuk kepentingan rakyat.

Permaisuri menatap sang Adipati beserta suaminya.

"Aku datang bukan untuk mencari kesalahan. Namun hari ini aku melihat sendiri bahwa ada amanah yang tidak berjalan sebagaimana mestinya."

Joko Hambara yang berdiri di belakang rombongan hanya menundukkan kepala. Di wajahnya tersirat kepuasan.

Namun dalam penglihatan sang pengasuh Lalati, tersingkap pula isi hati Joko Hambara.

Ternyata alasan ia membocorkan semua itu bukan semata-mata demi membela kerajaan.

Selama bertahun-tahun, menurut pengakuannya sendiri, sang Adipati tidak pernah mengajaknya menikmati hasil dari upeti yang diselewengkan.

"Aku juga pejabat penting. Mengapa mereka menikmati semuanya sendiri, sementara aku yang berasal dari tanah ini justru tidak pernah dianggap?"

Maka rahasia itu akhirnya terbongkar, bukan semata karena keberanian seorang pelapor, melainkan karena rasa kecewa seseorang yang merasa tidak dilibatkan dalam persekongkolan.

Sang pengasuh Lalati kemudian menutup kisahnya dengan sebuah petuah.

"Jangan mudah menganggap setiap pembongkar kebusukan adalah pahlawan, sebab ada yang berbicara karena nurani, ada pula yang berbicara karena iri hati. Namun jangan pula menganggap pelaku keburukan akan selamanya aman, sebab langit memiliki cara untuk membuka tabirnya.

Mereka memahami bahwa dalam kisah fiktif Kerajaan Sido Kemplang, setiap tokoh membawa cermin sifat manusia. Ada pemimpin yang tergoda amanah, ada pejabat yang kecewa karena tak ikut menikmati, dan ada Permaisuri yang memilih memastikan kebenaran dengan menyaksikannya sendiri sebelum menjatuhkan penilaian.

Begitulah, menurut sang pengasuh Padepokan Laskar Langit Sejati, langit sering kali tidak membuka aib melalui musuh, melainkan melalui mereka yang sebelumnya berada di lingkaran yang sama.

Nara hubung penghuni kerajaan ghaib Waduk Sido Kemplang:08113787158-081234804555

Oleh: ketua APPM

Editor : Redaktur
Sumber : Ketua APPM