Tujuh Dokter Baru FKIK Universitas Khairun Resmi Diambil Sumpah, Dua Raih Predikat Pujian

Tujuh Dokter Baru FKIK Universitas Khairun Resmi Diambil Sumpah, Dua Raih Predikat Pujian
Tujuh Dokter Baru FKIK Universitas Khairun Resmi Diambil Sumpah, Dua Raih Predikat Pujian

InvestigasiMabes.com l Ternateh — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Khairun menggelar Rapat Senat Terbuka Sumpah Dokter Periode XIV Tahap III Tahun Akademik 2025/2026, Sabtu, 25 Juli 2026.

Rapat Senat Terbuka tersebut menjadi momentum penting bagi tujuh peserta didik profesi dokter yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan profesi kedokteran dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti prosesi Sumpah Dokter.

Ketujuh dokter baru yang mengikuti Rapat Senat Terbuka Sumpah Dokter FKIK Universitas Khairun tersebut adalah:

1. dr. Andryan Kurniawan Yau, S.Ked.

2. dr. Aniswati Furqani, S.Ked.

3. dr. Ayu Novira Rahmaniyah, S.Ked.

4. dr. Firman Syach Thenu, S.Ked.

5. dr. Fitria Anggaina A. Mustafa, S.Ked.

6. dr. Muhammad Wahyu Tryadi, S.Ked.

7. dr. Zaidy Diva Marhani Marzy, S.Ked.

Ketujuh peserta tersebut berhasil menyelesaikan masa pendidikan profesi dokter, termasuk masa koas dan Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (UKNPPPD), dengan masa studi tepat waktu selama 5 semester.

Dari tujuh peserta tersebut, dua dokter berhasil meraih prestasi akademik dengan predikat pujian. Keduanya yakni dr. Fitria Anggaina A. Mustafa, S.Ked., dengan IPK 3,78, dan dr. Muhammad Wahyu Tryadi, S.Ked., dengan IPK 3,86.

Capaian tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan keberhasilan peserta didik dalam melewati proses pendidikan profesi kedokteran yang membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, kemampuan akademik, keterampilan klinis, serta komitmen yang tinggi.

Rektor: Sumpah Dokter Adalah Komitmen Moral dan Profesional

Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Rapat Senat Terbuka Sumpah Dokter bukan sekadar kegiatan seremonial akademik, tetapi merupakan momentum penting yang menandai dimulainya tanggung jawab profesional para dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurut Rektor, profesi dokter merupakan profesi mulia yang menuntut integritas, profesionalisme, tanggung jawab, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

"Menjadi seorang dokter bukan hanya tentang penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan medis. Lebih dari itu, seorang dokter harus memiliki integritas, empati, tanggung jawab, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Prof. Dr. Abdullah W. Jabid.

Ia berharap tujuh dokter baru tersebut dapat menjaga nama baik almamater Universitas Khairun dan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan di mana pun mereka menjalankan tugas dan pengabdian.

Rektor juga berpesan agar para dokter tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kompetensi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

"Jadikan sumpah yang telah diucapkan sebagai pedoman dalam menjalankan profesi. Teruslah belajar, tingkatkan kompetensi, dan berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan kesehatan di Maluku Utara dan Indonesia," pesannya.

Dekan FKIK: Hari Ini Bukan Akhir, Tetapi Awal Pengabdian

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Khairun, Dr. dr. Andi Sitti Nur Afiah, Sp.PK., M.Kes., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada tujuh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dokter.

Menurutnya, perjalanan untuk menjadi seorang dokter bukanlah proses yang mudah. Dibutuhkan kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta komitmen yang kuat hingga akhirnya para peserta dapat menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan dan mengikuti Sumpah Dokter.

"Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, tetapi merupakan awal dari pengabdian sebagai seorang dokter. Setelah mengucapkan sumpah, tanggung jawab saudara-saudara menjadi semakin besar karena ilmu dan keterampilan yang dimiliki akan berhadapan langsung dengan kebutuhan dan keselamatan masyarakat," ungkapnya.

Dekan FKIK juga berpesan agar para dokter baru senantiasa menjaga etika profesi, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas.

"Jadilah dokter yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga memiliki empati, kepedulian, integritas, dan hati yang tulus dalam melayani pasien. Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah menjaga kehormatan profesi kedokteran," pesannya.

Ia menambahkan, capaian penyelesaian pendidikan tepat waktu selama lima semester merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Terlebih, dua peserta berhasil meraih predikat pujian, yakni dr. Fitria Anggaina A. Mustafa, S.Ked., dengan IPK 3,78, dan dr. Muhammad Wahyu Tryadi, S.Ked., dengan IPK 3,86.

Lahirkan Dokter Kompeten dan Berintegritas

Rapat Senat Terbuka Sumpah Dokter FKIK Universitas Khairun Periode XIV Tahap III Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, menjadi bagian penting dari perjalanan akademik dan profesional tujuh dokter baru.

Momentum tersebut sekaligus mempertegas komitmen FKIK Universitas Khairun dalam menghasilkan lulusan dokter yang memiliki kompetensi akademik dan profesional, menjunjung tinggi etika kedokteran, serta memiliki kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.

Tujuh dokter baru tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari sumber daya manusia kesehatan yang memberikan pelayanan secara profesional, humanis, dan berintegritas. Mereka juga diharapkan dapat mengambil peran strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Maluku Utara.

Dengan berbekal ilmu pengetahuan, pengalaman pendidikan profesi, serta sumpah yang telah diucapkan, para dokter baru diharapkan mampu membawa nama baik Universitas Khairun dan FKIK sekaligus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

InvestigasiMabes.com(Muhamad Hasnin

Editor : Redaktur
Sumber : Team