Investigasimabes.com l Ternate - Sebuah keluhan sederhana dari nasabah ternyata membuka persoalan pelayanan yang cukup lama dirasakan pengguna layanan perbankan di lingkungan Universitas Khairun (Unkhair).
Setelah keluhan tersebut diberitakan InvestigasiMabes.com sejak Juli 2026, perkembangan terbaru akhirnya membawa kabar positif. Jumat, 4 September 2026, mesin ATM BNI yang berada di kawasan Fakultas Hukum Universitas Khairun akhirnya diganti dengan mesin ATM BNI terbaru untuk layanan tarik setor tunai.
Pergantian tersebut menjadi perhatian karena fasilitas ATM di lingkungan kampus bukan sekadar sarana transaksi, tetapi merupakan bagian dari kebutuhan pelayanan bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan Universitas Khairun.
KELUHAN NASABAH JADI PERHATIAN PUBLIK
Persoalan ini bermula dari keluhan pengguna layanan ATM BNI di lingkungan kampus yang kemudian mendapat perhatian media.
Pada Juli 2026, InvestigasiMabes.com mengangkat persoalan tersebut melalui pemberitaan sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers.
Media tidak hanya melihat persoalan dari sisi keberadaan fasilitas ATM, tetapi juga dari kepentingan masyarakat pengguna layanan yang membutuhkan akses transaksi perbankan yang mudah dan dapat diandalkan.
Seiring berjalannya waktu, persoalan tersebut mendapat respons dari pihak terkait hingga akhirnya mesin ATM lama direalisasikan untuk diganti.
Pada Jumat, 4 September 2026, mesin ATM terbaru telah ditempatkan di kawasan Fakultas Hukum Unkhair dengan fasilitas tarik tunai.
REKTOR UNKHAIR APRESIASI RESPONS BNI
Realisasi pergantian mesin ATM tersebut mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Khairun, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM.
Rektor menyampaikan terima kasih kepada pimpinan BNI yang dinilai telah memberikan respons cepat terhadap keluhan nasabah dan kebutuhan masyarakat di sekitar kampus.
"Atas nama Universitas Khairun, kami menyampaikan terima kasih kepada pimpinan BNI yang telah merespons dengan cepat keluhan nasabah dan kebutuhan masyarakat kampus. Dengan adanya mesin ATM yang baru ini, kami berharap pelayanan transaksi bagi mahasiswa, dosen, pegawai dan masyarakat sekitar dapat semakin baik," ujar Rektor.
Menurutnya, peningkatan fasilitas pelayanan merupakan hal penting untuk menunjang aktivitas masyarakat kampus.
PENASEHAT INVESTIGASIMABES.COM: PERS HARUS BERPIHAK PADA KEPENTINGAN PUBLIK
Penasehat Media InvestigasiMabes.com, Ruliyanto Sahrain, SE., M.Si., menegaskan bahwa pers harus mampu menjalankan fungsi kontrol sosial tanpa kehilangan prinsip objektivitas dan etika jurnalistik.
Menurutnya, ketika masyarakat menyampaikan keluhan mengenai fasilitas pelayanan publik maupun layanan yang digunakan masyarakat luas, media memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada publik.
"Pers harus hadir ketika ada persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Tetapi pemberitaan harus tetap berdasarkan fakta, bukan membangun tuduhan. Kita menyampaikan keluhan masyarakat, kemudian memberikan ruang kepada pihak terkait untuk merespons. Ketika akhirnya ada perbaikan, tentu itu harus kita apresiasi," kata Ruliyanto.
Ia menilai pergantian mesin ATM tersebut merupakan perkembangan positif bagi pengguna layanan di lingkungan kampus.
"Yang kita inginkan bukan sekadar berita, tetapi adanya penyelesaian terhadap persoalan yang menjadi keluhan masyarakat," ujarnya.
WAKABIRO: MEDIA TIDAK BERHENTI PADA PEMBERITAAN
Sementara itu, Wakabiro InvestigasiMabes.com, M.H. Ali Hasan, SE., M.Si., mengatakan bahwa pemberitaan mengenai ATM BNI tersebut sejak awal berangkat dari keluhan pengguna layanan.
Menurutnya, salah satu karakter pemberitaan investigatif adalah tidak berhenti pada persoalan awal, tetapi melihat perkembangan informasi dan tindak lanjutnya.
"Ketika masyarakat mengeluh, media menyampaikan. Ketika pihak terkait merespons, kita juga harus menyampaikan respons tersebut. Dan ketika akhirnya ada perbaikan, itu juga harus diberitakan. Inilah bentuk pengawalan informasi kepada publik," jelas M.H Ali Hasan.
Ia memberikan apresiasi kepada pihak BNI atas realisasi pergantian mesin ATM.
"Kami mengapresiasi pimpinan BNI yang telah merespons kebutuhan nasabah. Harapannya, mesin yang baru ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan tidak kembali menimbulkan persoalan bagi pengguna," tambahnya.
KONTROL SOSIAL BUKAN UNTUK MENCARI KESALAHAN
Pers memiliki fungsi kontrol sosial sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Namun kontrol sosial tidak identik dengan menyerang atau menyudutkan pihak tertentu.
Kontrol sosial berarti media berani mengangkat persoalan publik, melakukan verifikasi, meminta penjelasan pihak terkait, kemudian menyampaikan perkembangan persoalan secara bertanggung jawab.
Dalam kasus ATM BNI di lingkungan Unkhair, pemberitaan dimulai dari keluhan nasabah. Perkembangan kemudian dipantau hingga akhirnya terjadi pergantian mesin ATM.
Dengan demikian, publik tidak hanya mengetahui adanya persoalan, tetapi juga mengetahui bahwa persoalan tersebut telah mendapatkan tindak lanjut.
DARI KELUHAN MENJADI CATATAN POSITIF
Pergantian mesin ATM pada Jumat, 4 September 2026, menjadi perkembangan positif bagi masyarakat pengguna layanan perbankan di lingkungan Universitas Khairun.
Bagi nasabah, hadirnya mesin ATM terbaru di kawasan Fakultas Hukum diharapkan memberikan kemudahan transaksi tarik tunai.
Bagi BNI, pergantian tersebut menjadi bentuk respons terhadap kebutuhan nasabah.
Sementara bagi pers, rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat bahwa fungsi kontrol sosial bukan hanya berbicara mengenai kritik, tetapi juga mengawal persoalan hingga publik mendapatkan informasi mengenai penyelesaiannya.
Keluhan masyarakat telah diberitakan. Respons telah muncul. Mesin baru akhirnya terpasang.
Inilah wajah lain dari pers sebagai kontrol sosial: bukan sekadar mengungkap persoalan, tetapi juga memberitakan ketika solusi akhirnya hadir.
Erik InvestigasiMabes.com
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim