InvestigasiMabes.com l Kamang Mudiak — Masyarakat Jorong Babukik, Kanagarian Kamang Mudiak, memilih melakukan pengecoran jalan secara swadaya sebagai upaya memperbaiki akses jalan yang digunakan masyarakat setempat.
Langkah tersebut dilakukan dengan semangat gotong royong Minggu (4/10/2026). Warga bersama sejumlah pihak yang peduli terhadap kampung halaman turut terlibat dalam pekerjaan pengecoran jalan.
[FOTO 1: Warga bergotong royong melakukan pengecoran jalan]
Caption: Warga Jorong Babukik bergotong royong melakukan pengecoran jalan secara swadaya. (Dok. Masyarakat)
Pengerjaan jalan tersebut dibiayai melalui swadaya masyarakat, berupa iuran warga sekitar serta bantuan dari para perantau.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyampaikan ungkapan yang menggambarkan semangat warga untuk memulai perbaikan dengan kemampuan sendiri.
“Ndak usah harok titiak dari ateh, mambasuik sajolah dari bawah.”
Ungkapan tersebut menggambarkan sikap masyarakat yang memilih untuk berbuat dan bergotong royong terlebih dahulu dengan kemampuan yang tersedia, sembari tetap membuka harapan terhadap dukungan dari berbagai pihak.
Baru 20 Persen Terealisasi
Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, jalan yang direncanakan untuk dicor memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer.
Namun, hingga saat ini pengerjaan baru mencapai sekitar 20 persen dari keseluruhan ruas yang direncanakan.
[FOTO 2: Warga bersama-sama mengerjakan pengecoran jalan]
Caption: Sejumlah warga bergotong royong mengerjakan pengecoran ruas jalan yang menjadi akses masyarakat Jorong Babukik. (Dok. Masyarakat)
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 80 persen bagian jalan yang belum terselesaikan.
Keterbatasan dana menjadi salah satu faktor yang membuat pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan pembiayaan yang berhasil dihimpun masyarakat.
Harapan Masyarakat
Masyarakat Jorong Babukik berharap pengerjaan jalan tersebut dapat terus dilanjutkan hingga seluruh ruas yang direncanakan selesai dicor.
Warga juga berharap dukungan dari para perantau, donatur, maupun pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Harapan itu disampaikan bukan hanya untuk menyelesaikan pekerjaan yang telah dimulai, tetapi juga agar masyarakat nantinya memiliki akses jalan yang lebih layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Di tengah keterbatasan yang ada, semangat swadaya dan gotong royong menjadi kekuatan masyarakat untuk memulai perbaikan. Pengecoran yang telah dilakukan menjadi bukti bahwa warga berupaya mengambil bagian dalam membangun lingkungan mereka.
Masyarakat menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan dan ikut bergotong royong dalam pekerjaan tersebut.
Bagi masyarakat Jorong Babukik, pekerjaan itu masih jauh dari selesai. Dari target sekitar 1,5 kilometer, baru sebagian yang dapat dikerjakan. Karena itu, dukungan dari berbagai pihak masih sangat diharapkan agar pengecoran dapat dilanjutkan hingga tuntas.
Semoga setiap bantuan, tenaga, dan kepedulian yang diberikan untuk pembangunan jalan tersebut menjadi amal jariyah dan mendapat balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah Ta'ala.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin.
Penulis: Ariadi (Inyiak)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim