Nasi Jadi Pakan Ayam, Tempe Disebut Basi: MBG SDN 2 Pakel Banyuwangi Dipertanyakan

Nasi Jadi Pakan Ayam, Tempe Disebut Basi: MBG SDN 2 Pakel Banyuwangi Dipertanyakan
Nasi Jadi Pakan Ayam, Tempe Disebut Basi: MBG SDN 2 Pakel Banyuwangi Dipertanyakan

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 2 Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, kembali menghadirkan pertanyaan serius terkait kualitas makanan yang diterima siswa.

Temuan ini bukan sekadar berdasarkan informasi dari pihak lain. Tim turun langsung ke lokasi dan mengambil foto kondisi paket makanan yang disajikan. Dari hasil pengamatan di lapangan, terlihat paket makanan berisi nasi, tempe, gorengan, sambal dan lalapan.

Namun, kondisi makanan tersebut justru memunculkan keprihatinan. Nasi yang seharusnya menjadi bagian utama asupan makanan siswa disebut tidak dikonsumsi dan bahkan dimanfaatkan sebagai pakan ayam. Sementara tempe yang disajikan disebut dalam kondisi basi.

Jika kondisi tersebut benar, pertanyaan besarnya adalah: di mana letak pengawasan kualitas makanan sebelum paket MBG sampai ke meja siswa?

Program MBG merupakan program yang menyentuh langsung kebutuhan anak-anak. Karena itu, kualitas makanan semestinya tidak boleh dipandang sebelah mata. Makanan yang dibagikan harus memenuhi standar kelayakan, kebersihan, keamanan dan nilai gizi.

Jangan sampai program yang dirancang untuk meningkatkan gizi anak justru menyisakan makanan yang tidak layak disantap.

Temuan lapangan ini juga patut menjadi perhatian pihak sekolah, pengelola atau penyedia makanan MBG, serta instansi pemerintah yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan.

Publik berhak mendapatkan penjelasan: siapa penyedia makanan MBG untuk SDN 2 Pakel, bagaimana proses pemeriksaan makanan sebelum didistribusikan, dan apakah setiap makanan yang sampai kepada siswa benar-benar telah dipastikan layak konsumsi?

InvestigasiMabes.com memandang persoalan ini perlu dijawab secara terbuka. Bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memastikan program pemerintah benar-benar berjalan sesuai tujuan dan tidak mengabaikan hak anak mendapatkan makanan yang aman dan bergizi.

Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya satu paket makanan.

Di balik setiap kotak MBG, ada anak-anak yang berhak mendapatkan makanan yang layak. Ada anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan. Dan ada kepercayaan masyarakat yang wajib dijaga.

Editor : Redaktur
Sumber : Team