InvestigasiMabes.coml Jepara- Kondisi memprihatinkan dialami para peternak dan pedagang kambing di wilayah Jepara utara. Berdasarkan pantauan tim Investigasi Mabes Com di lapangan, aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Pon Bangsri, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara, kini berada di titik lesu. Pasar tampak ramai oleh lalu-lalang warga, namun volume transaksi jual-beli justru sepi. Kamis (08/10/2026).
Lesunya daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir berdampak langsung terhadap anjloknya harga jual hewan ternak jenis kambing.
*Harga Anjlok, Peternak Menjerit
Hasil investigasi di lokasi menunjukkan terjadinya penurunan harga yang cukup signifikan. Kambing yang biasanya memiliki harga jual stabil, kini harus ditawarkan dengan harga lebih rendah agar laku terjual.
Banyak peternak tradisional yang terpaksa menjual ternaknya dengan harga di bawah harapan demi menutupi biaya pakan harian dan kebutuhan keluarga.
Seorang peternak lokal yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keluh kesahnya kepada jurnalis Investigasi Mabes Com.
"Kami ini rakyat kecil yang hanya mengandalkan hasil ternak. Hari ini bawa tiga ekor kambing, dari pagi sampai siang belum ada pembeli yang menawar dengan harga layak. Kebanyakan hanya ditawar murah di bawah harga pasar. Kalau tidak dijual, biaya pakan dan ongkos bawa pulang malah bikin tambah rugi, Mas," keluhnya dengan nada kecewa.
*Ditunggu Kehadiran Pemerintah
Kondisi sepinya pasar dan fluktuasi harga komoditas ternak di Jepara utara ini menjadi perhatian bersama. Para peternak berharap ada perhatian lebih dari instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga.
Sebagai fungsi kontrol sosial, Media Investigasi Mabes Com mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara untuk dapat melakukan monitoring harga, pendataan komprehensif, serta merumuskan langkah atau regulasi tata niaga yang berpihak pada kesejahteraan peternak lokal agar harga kambing kembali stabil.
*(Tim Redaksi / Investigasi)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim