InvestigasiMabes.com | Banyuwangi — Menanggapi pemberitaan berjudul “Hampir 2 Bulan Lebih Mesin Bor Mangkrak, Di Mana Fungsi Pengawasannya?”, pelaksana proyek sumur bor atas nama Salim menyampaikan klarifikasi terkait kendala yang terjadi di lapangan, khususnya mengenai kerusakan mesin bor dan progres pekerjaan pengeboran.
Salim menjelaskan bahwa terhambatnya pekerjaan bukan berarti kegiatan tersebut tidak berjalan sama sekali. Menurut keterangannya, kendala teknis berupa kerusakan mesin bor menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pekerjaan belum dapat dilanjutkan sebagaimana yang diharapkan.
Ia juga menyampaikan bahwa proses pengeboran telah mencapai kedalaman sekitar 16 meter sebelum pekerjaan terkendala.
Atas kondisi tersebut, Salim menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Dusun Panggang, Desa Kampunganyar, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, yang menantikan penyelesaian pembangunan sumur bor tersebut.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat atas keterlambatan dan kendala yang terjadi di lapangan. Kerusakan mesin menjadi salah satu hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan. Pengeboran sendiri sudah mencapai kedalaman sekitar 16 meter,” demikian inti klarifikasi yang disampaikan Salim.
Kendala teknis dalam pelaksanaan pekerjaan tentu perlu dijelaskan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai penyebab terhambatnya kegiatan tersebut.
Meski demikian, penjelasan mengenai kerusakan mesin dan capaian kedalaman pengeboran tetap perlu diikuti dengan kepastian mengenai langkah perbaikan, kelanjutan pekerjaan, serta target penyelesaian sumur bor.
Sebelumnya, keberadaan mesin bor di lokasi selama hampir dua bulan lebih tanpa progres yang terlihat jelas telah menimbulkan pertanyaan mengenai pelaksanaan dan pengawasan kegiatan tersebut. Kepala Desa Kampunganyar, Suwandi, sebelumnya membenarkan bahwa kegiatan itu berasal dari permohonan gabungan kelompok tani, mendapat anggaran dari Dinas Pertanian, dan telah memiliki Surat Perintah Kerja (SPK).
Dengan adanya klarifikasi dari pelaksana, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi sebenarnya di lapangan. Namun, persoalan pengawasan tetap menjadi bagian penting yang perlu dijelaskan oleh pihak-pihak terkait, termasuk mengenai pemantauan pekerjaan selama terjadi kendala teknis.
Klarifikasi ini bukan untuk menghakimi pihak tertentu, melainkan sebagai bagian dari upaya menyajikan informasi secara berimbang kepada publik. Penjelasan pelaksana perlu ditempatkan sebagai keterangan dari pihak yang bersangkutan, sementara kepastian mengenai progres, jadwal penyelesaian, dan pelaksanaan pengawasan tetap membutuhkan penjelasan berdasarkan kondisi serta dokumen pekerjaan.
Masyarakat pada akhirnya berharap sumur bor tersebut dapat segera diselesaikan, berfungsi sebagaimana mestinya, dan memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani yang mengajukannya.
InvestigasiMabes.com akan terus membuka ruang klarifikasi bagi pihak terkait demi penyampaian informasi yang berimbang, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Editor : RedakturSumber : Tim