InvestigasiMabes.com | Ternate — Pelayanan distribusi air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Ternate kembali menjadi perhatian. Pasalnya, aliran air di Pondok Pesantren Rubatul Khaerat, Kelurahan Kayu Merah, tepatnya di wilayah Kayu Merah Belakang, dilaporkan tidak berjalan lancar selama kurang lebih satu bulan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu aktivitas sehari-hari para santri yang tinggal di lingkungan pesantren pimpinan Al Habib Abdurahman bin Kamel Assegaf tersebut.
Persoalan ini menimbulkan tanda tanya, sebab berdasarkan informasi yang disampaikan, aliran air di rumah atau bangunan yang berada di sebelah pesantren justru masih berjalan normal, meskipun disebut berada pada jalur distribusi yang sama.
Perbedaan kondisi distribusi air tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penyebab gangguan yang terjadi. Apakah persoalan ini disebabkan kerusakan jaringan, gangguan teknis, pengaturan distribusi, atau faktor lain yang perlu segera diperiksa oleh pihak PDAM Kota Ternate?
Bahkan, muncul kecurigaan dari pihak yang mengeluhkan kondisi tersebut mengenai kemungkinan adanya unsur kesengajaan. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan dan perlu ditelusuri secara objektif melalui pemeriksaan teknis serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Sudah Dilaporkan ke Kantor PDAM, Pimpinan Ponpes Hubungi Dirut
Gangguan distribusi air tersebut ternyata bukan baru kali ini dikeluhkan. Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada redaksi, pihak Pondok Pesantren Rubatul Khaerat sebelumnya telah melaporkan persoalan tersebut kepada pegawai PDAM di kantor, sekitar satu minggu sebelum 6 Oktober 2026.
Namun, karena aliran air belum berjalan normal, pimpinan Pondok Pesantren Rubatul Khaerat, Al Habib Abdurahman bin Kamel Assegaf, kemudian mengambil langkah dengan menghubungi langsung Direktur Utama PDAM Kota Ternate, Bapak Firman M. Syah, melalui telepon pada 6 Oktober 2026.
Meski laporan telah disampaikan kepada pegawai di kantor PDAM dan dilanjutkan dengan komunikasi langsung kepada pimpinan perusahaan, menurut informasi yang diterima redaksi, hingga berita ini diturunkan belum terlihat penanganan langsung di lapangan untuk mengatasi gangguan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi pihak pesantren karena kebutuhan air bersih para santri harus tetap terpenuhi setiap hari. Pihak pesantren tentu berharap laporan yang telah disampaikan mendapatkan perhatian dan tindak lanjut nyata dari PDAM Kota Ternate.
Situasi tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai tindak lanjut laporan pelanggan. Apakah petugas telah melakukan pemeriksaan jaringan, apakah terdapat kendala teknis, atau apakah ada faktor lain yang menyebabkan aliran air ke pesantren belum kembali normal?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui pemeriksaan langsung dan penjelasan resmi dari pihak PDAM agar persoalan tidak terus berlarut-larut.
Air Bersih Merupakan Kebutuhan Dasar Santri
Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar dalam kehidupan di lingkungan pesantren. Air digunakan untuk mandi, mencuci, membersihkan lingkungan, memasak, serta menunjang berbagai aktivitas harian para santri.
Apabila gangguan distribusi berlangsung terus-menerus tanpa penanganan yang jelas, kondisi ini berpotensi menambah beban pengelola pesantren dan mengganggu kenyamanan para santri dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
Karena itu, persoalan ini tidak semestinya dipandang hanya sebagai gangguan teknis biasa. Diperlukan respons cepat dan penjelasan transparan agar pengelola pesantren mengetahui penyebab masalah serta langkah penanganan yang akan dilakukan.
PDAM Kota Ternate Diminta Segera Turun Lapangan
Pihak PDAM Kota Ternate diharapkan segera menurunkan petugas teknis untuk memeriksa jaringan distribusi air menuju Pondok Pesantren Rubatul Khaerat.
Pemeriksaan perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengecek tekanan air, kondisi pipa, sambungan jaringan, serta kemungkinan adanya hambatan distribusi yang menyebabkan aliran air ke pesantren berbeda dengan bangunan di sekitarnya.
Jika ditemukan gangguan teknis, PDAM diharapkan segera melakukan perbaikan. Apabila terdapat indikasi penyimpangan atau tindakan yang disengaja, persoalan tersebut perlu ditindaklanjuti berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
PDAM juga diharapkan memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan dan perkiraan waktu pemulihan aliran air sehingga pengelola pesantren dapat mengambil langkah sementara untuk memenuhi kebutuhan air para santri.
Jangan Biarkan Kebutuhan Santri Terabaikan
Gangguan air yang berlangsung selama kurang lebih satu bulan merupakan persoalan yang patut mendapat perhatian serius, terlebih ketika terjadi di lingkungan pendidikan keagamaan yang menampung para santri.
Masyarakat berhak memperoleh pelayanan air bersih yang layak dan mendapatkan informasi yang jelas ketika terjadi gangguan distribusi. Oleh sebab itu, respons cepat dari PDAM Kota Ternate sangat dibutuhkan untuk memastikan permasalahan ini tidak berlarut-larut.
InvestigasiMabes.com mendorong pihak PDAM Kota Ternate segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi, menjelaskan penyebab gangguan, serta mengambil langkah konkret agar distribusi air ke Pondok Pesantren Rubatul Khaerat kembali normal.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti gangguan aliran air tersebut belum diketahui. Klarifikasi dari Direktur Utama PDAM Kota Ternate, Firman M. Syah, dan pihak terkait diperlukan untuk menjelaskan tindak lanjut laporan yang telah disampaikan serta menjawab pertanyaan mengenai perbedaan distribusi air antara pesantren dan bangunan di sekitarnya.
Tim InvestigasiMabes.com
Editor : RedakturSumber : Team