InvestigasiMabes.com | Ternate — Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Ketahanan Pangan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM), dengan dukungan Bank Indonesia Perwakilan Ternate, menggelar kegiatan Kios Sigap Pangan (KSP) dan Gerakan Pangan Murah di Pasar Bastiong, Kota Ternate, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas pemerintahan dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah serta membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Program Kios Sigap Pangan (KSP) dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate dikoordinatori oleh Irma Baharuddin, SE. Sementara itu, program Gerakan Pangan Murah (GPM) dari Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara dikoordinatori oleh M. Isra Silia, S.Hut.
Dalam kegiatan Kios Sigap Pangan yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, masyarakat dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga sebagai berikut:
1. Beras premium Rp79.000 per 5 kilogram.
2. Beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram.
3. Beras FAG Rp85.000 per 5 kilogram.
4. Bawang merah Rp43.000 per kilogram.
5. Bawang putih Rp43.000 per kilogram.
6. Minyak Kita Rp15.700 per liter.
Sementara itu, program Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara secara khusus menyediakan cabai rawit merah dengan harga Rp90.000 per kilogram.
Pemisahan komoditas tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan masing-masing program yang saling melengkapi dalam memberikan akses pangan kepada masyarakat.
KSP Berlangsung hingga Desember 2026, GPM Selama Satu Minggu
Koordinator Lapangan Kios Sigap Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, Irma Baharuddin, SE, menyampaikan bahwa kegiatan KSP akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa dan Kamis hingga Desember 2026.
Menurut Irma, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni Pandara Kananga, Kelurahan Gamalama, dan Pasar Bastiong, Kota Ternate.
Sementara itu, kegiatan Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara hanya berlangsung selama satu minggu ke depan.
Adapun waktu pelaksanaan kegiatan dimulai pukul 09.00 WIT hingga selesai.
Irma berharap masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut untuk mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang telah ditetapkan. Kehadiran Kios Sigap Pangan diharapkan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Staf KSP Sebut Masyarakat Antusias
Salah satu staf Kios Sigap Pangan (KSP), Ibnu Chaldun, SP., M.Si., turut menyampaikan bahwa pelaksanaan program Kios Sigap Pangan dan Gerakan Pangan Murah mendapat respons positif dari masyarakat.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari ketertarikan warga untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok yang disediakan melalui kegiatan tersebut.
"Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang telah ditetapkan. Kami melihat masyarakat cukup antusias memanfaatkan kesempatan ini karena kebutuhan pokok merupakan kebutuhan sehari-hari yang harus tetap terpenuhi," ungkapnya.
Ia berharap kegiatan Kios Sigap Pangan dapat terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan hingga Desember 2026, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Ternate.
Ibnu juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara, dan Bank Indonesia Perwakilan Ternate terus diperkuat agar program pelayanan pangan seperti ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Didukung Bank Indonesia Perwakilan Ternate
Pelaksanaan kegiatan Kios Sigap Pangan dan Gerakan Pangan Murah ini juga mendapat dukungan dan sponsor dari Bank Indonesia Perwakilan Ternate.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Ternate, Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara, dan Bank Indonesia Perwakilan Ternate diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga, menjamin ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung pengendalian inflasi daerah.
Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan pangan yang lebih dekat dengan masyarakat. Selain memberikan pilihan harga kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Keberlanjutan Kios Sigap Pangan hingga Desember 2026 menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Sementara pelaksanaan Gerakan Pangan Murah oleh Pemda Provinsi Maluku Utara selama satu minggu ke depan diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam memperoleh komoditas cabai rawit merah.
Tim InvestigasiMabes.com
Editor : RedakturSumber : Team