investigasiMabes.com | Deliserdang - Seorang wartawan media cetak terbitan Sumatera Utara, AS (48) menjadi korban pengancaman puluhan orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Dusun 1 Negara, Desa Negara Beringin, Kecamatan STM Hilir, Deli Serdang, Selasa (4/4/2023) sekitar pukul 18.00 WIB.
Lebih sadisnya lagi, AS juga diancam oleh OTK tersebut akan menghabisi nyawa korban.Akibat peristiwa itu, korban membuat laporan polisi ke Polresta Deli Serdang dengan nomor : STTLP/B/273/IV/2023/SPKT/Polresta Deli Serdang/Polda Sumatera Utara tanggal 4 April 2023 sekitar pukul 22.20 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun, Rabu (5/4/2023) malam, sebelum kejadian korban tengah asyik nongkrong di sebuah warung kopi (warkop) yang hanya berjarak 30 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).Saat di warung tersebut korban mendengar suara orang teriak-teriak. Karena penasaran korban dan pengunjung warkop berhamburan keluar ke TKP.
Tiba di TKP, korban dan pengunjung warkop tadi heran dan terkejut seperti disambar petir, sebab ada puluhan OTK mengendarai mobil mewah merk Pajero Sport, Toyota Kijang Kapsul dan kendaraan roda dua berteriak-teriak seperti kesetanan, sambil melontarkan kata-kata atau kalimat nada bertanya serta ancaman.“Mana yang namanya Adil. ini rumahnya kan. Akan kami bunuh dia. Gara-gara dia saudara kami diberhentikan bekerja di kantor Camat STM Hilir,” kata OTK dengan lantang.
Melihat situasi itu, korban heran dan bingung dengan persoalan yang sedang berlangsung, sebab selain dirinya telah berdiri di hadapan OTK, ditambah lagi rumah yang didatangi para begundal itu bukan tempat tinggalnya, melainkan rumah abang kandung korban.Lalu, secara spontan korban menjawab bahwa dirinya lah yang dicari-cari OTK tersebut.
Saya adil itu. Apa masalahnya,” ujar korban kepada OTK.Mendengar ucapan korban, dan mengetahui bahwa buruannya berada di depan mata, seketika salah satu OTK bergegas menyerang korban dengan melontarkan kalimat ancaman yang disampaikan dalam bahasa Karo.
“O, engkau me. Gara-gara engkau diberuku ngadi erdahin i kantor camat nari (O kau ya. Gara-gara kau, istriku diberhentikan kerja di kantor camat). Nen kou ya. Kubunuh kou. (Lihat saja. ku bunuh kau)” teriak OTK dengan mengayunkan kepalan tinjunya ke arah AS.Untung kepalan tinju tersebut tidak mengenai tubuh korban, sebab seketika beberapa warga yang dari tadi berkerumun menyaksikan kejadian menghadang aksi brutal OTK dimaksud.
“Eh, apa maksudmu. Orang mana kau. Jangan kau sok hebat di kampung kami ini ya. Ngancam-ngancam pula kau. Sana pulang kalian sebelum diteriaki maling,” gertak warga.Merasa aksinya dihalau, OTK tersebut mundur dan kembali ke kerumunan teman-temannya.
Akan tetapi tidak cukup itu saja. Kembali, salah satu OTK meneriakkan kalimat ancaman juga dalam bahas Karo.“Awas kou ya. Gara-gara engkau Turangku ngadi erdahin i kantor camat ah ndai. E maka siap-siap kou kubunuh (Awas kau ya. Kau penyebab saudaraku berhenti bekerja di kantor camat itu. Akan kubunuh kau),” teriak OTK sembari menunjukkan telunjuk ke arah korban.
Kemudian, OTK bergegas kabur lantaran situasi sudah memanas dan tidak kondusif lagi, sebab warga semakin ramai yang berdatangan dan sebagian mengeluarkan ponsel berupaya mengabadikan momen tersebut.“Ayok-ayok. Kita divideokan,” teriak seorang OTK sembari berlari masuk ke dalam mobil Pajero Sport berwarna putih lalu melajukannya ke arah Desa Talun Kenas yang merupakan ibu kota Kecamatan STM Hilir.
Kepada awak media, korban mengatakan bahwa belum mengetahui persis apa yang menjadi pemicu hingga dirinya dapat ancaman dari OTK.Namun, seingatnya korban pernah merilis berita yang dimuat di koran berjudul ‘Camat STM Hilir diduga telah melakukan praktik KKN’ dengan menerbitkan SK tenaga honorer yang notabene tenaga honorer tersebut diduga memiliki dua tempat berkerja atau double job. (Tim)
Editor : Investigasi Mabes