Alih - Alih Jadi Penyalur Tenaga Kerja, Nursalim Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah, Korban Akan Tempuh Jalur Hukum

Alih - Alih Jadi Penyalur Tenaga Kerja, Nursalim Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah, Korban Akan Tempuh Jalur Hukum
Alih - Alih Jadi Penyalur Tenaga Kerja, Nursalim Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah, Korban Akan Tempuh Jalur Hukum

Investigasimabes.com | Lampung Selatan -- Berawal dari penawaran tenaga kerja kepada enam orang warga pada 29/05/23 untuk bandara Raden intan Lampung.Ke enam orang tersebut,

1.herlina warga Desa Sidoarjo kecamatan way Panji kecamatan Kalianda.(2).M.Suhadi warga Desa Suka tani kecamatan Kalianda.(3).Talsania Hidayat warga Way jepara Lampung Timur.(4). Susi Puspita Rini Warga Way Halim Bandar Lampung.(5).Siti Astuti warga Palas.(6).ferliyansah warga suka ratu.Ke enam orang tersebut geram dan merasa Tertipu oleh Nursalim sebagai penyalur tenaga kerja dari Di bandara Raden intan Lampung.

Hal ini di terangkan oleh Herlina salah satu korban dari enam orang tersebut,"Iya pak kami berenam kecewa

dan Tidak terima atas penipuanYang di lakukan oleh Nursalim,

Kami minta kembalikan uangkami dan apabila tidak di

kembalikan hak kamimaka kami akan tempuh

Jalur hukum".tutur Herlina.Lanjut Herlina,Di karenakan soal pekerjaan yang di tawarkan Nursalim tidak adanya kejelasan,bahkan di temui ataupun di hubungi sudah tidak bisa,maka kami berenam simpulkan sepakat tempuh jalur hukum.

Kemudian Herlina juga mengatakan bahwa bukan cuma kami berenam yang di Tipu oleh Nursalim, masih ada beberapa rekan saya yang uangnya tidak di kembalikan.Kemudian Dengan kejadian tersebut kami meminta menuntut Dana yang sudah masuk di kembalikan kepada kami. (11/08/23).

Maka dari itu kami sepakat untuk meminta pihak kepolisian supaya memanggil dan memproses menindaklanjuti Nursalim sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, jelasnya.Di waktu yang berbeda,melalui via telepon, kepala kelurahan lubuk juga membenarkan bahwa sampai saat ini Nursalim warganya tidak dapat di hubungi,di temui di rumahnyapun tidak ada. (Syarif)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: