Semenisasi Desa Tarai Bangun diduga Asal Jadi

Semenisasi Desa Tarai Bangun diduga Asal Jadi
Semenisasi Desa Tarai Bangun diduga Asal Jadi

InvestigasiMabes.com | Pekanbaru -  Pekerjaan Semenisasi Jalan Lingkungan di Perumahan Mutiara Darul Sakinah Desa Tarai Bangun Dusun II Tarab Mandiri Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar diduga Asal Jadi. 

Dari pantauan Media Investigasi dilapangan terlihat pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh kontraktor pemenang tender pada Dinas PUPRPKPP Provinsi Riau terlihat Asal Jadi, dimana setelah pekerja melakukan pembersihan lokasi pekerjaan, tapi tidak menyingkirkan sampah dan humus (Rumput) yang ada di badan Jalan lalumemasang papan bekisting dan melapisi dengan plastik terpal berwarna hitam lalu meletakkan besi tikar (Wiremesh M6).

 Jika dicermati besi Wiremesh M6 itu apakah memenuhi SNI atau tidak karena ketika di uji hasil pengukuran menunjukkan hasil 5,13 mm, kemudian besi itu dalam keadaan berkarat.

 Dalam proses sebelum pengecoran beton, terlihat besi tikar Wiremesh M6 yang dihamparkan sebagian tidak terlihat adanya lapisan Tahu Beton yang diletakkan dibawah besi tikar, kemudian untuk ketebalan cooran Beton yang dari informasi sekitar 15 cm diduga tidak terealisasi dan hanya diperkirakan sekitar 13 cm.

 Sementara siapa kontraktor, dan konsultan pengawas yang mengawasi pekerjaan dilapangan tidak terlihat ketika pengecoran beton berlangsung, dan seperti apa metoda pelaksanaan nya tidak diketahui.

 Dari papan nama kegiatan yang dijumpai terlihat tulisan Kegiatan Urusan Penyelenggaraan PSU Permukiman, Pekerjaan Pembangunan/Peningkatan Jalan Semenisasi Lingkungan Permukiman Desa Tarai Mandiri Kec. Tambang Kab, Kampar yang dikerjakan oleh CV. Mitra Usaha Mandiri berdasarkan Kontrak Nomor : 623/PUPRPKPP/PKP/KTR-FISIK-KAMPAR/01 dengan Nilai Kontrak RP. 439.101.000,00 dengan Sumber Dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2024

 Pekerjaan Pengecoran terlihat hanya Asal Jadi dan cepat selesai, karena Tahu Beton yang dipersiapkan untuk mengganjal besi Wiremesh M6 tidak dipasangi seluruhnya, diduga hanya untuk pajangan saja.

 PPTK Semenisasi Ahmad ketika dikonfirmasi via WhatsApp tidak merespon samasekali, begitu juga dengan Kabid PKP Khairul Rizal ketika dikirimkan pesan melalui nomor WhatsAppnya juga tidak merespon.

 Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Jaringan Informasi Himpunan Rakyat (LPKSM JIHAT) Kota Pekanbaru Mardun, SH ketika dimintai tanggapan berkaitan dengan pekerjaan yang diduga asal-asalan mengatakan bahwa dia meminta kepada Kepala Inspektorat Riau untuk melakukan audit investigatif, dan kepada KPA/ PPK maupun Kepala Dinas PUPRPKPP untuk mencermati permasalahan ini, dan jika perlu jangan di cairkan termyn kontraktor sebelum pekerjaan diperbaiki, agar terhindar dari perbuatan melawan hukum. (Ef)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: