Solar Oplosan Jilid 2 : Antara Fakta, Dugaan, Opini Tertulis & Target Droping

Solar Oplosan Jilid 2 : Antara Fakta, Dugaan, Opini Tertulis & Target Droping
Solar Oplosan Jilid 2 : Antara Fakta, Dugaan, Opini Tertulis & Target Droping

InvestigasiMabes.com l Saumlaki --  Catatan hasil investigasi awal media ini telah ditanggapi beragam sebagian teman wartawan di Kabupaten Kepulauan Tanimbar - Provinsi Maluku, Rabu (27/3/2024).Tanggapan beragam itu telah dimuat pada sejumlah media dan sempat mewarnai percakapan dalam beberapa Whatsaap Group di daerah berjuluk Bumi Duan Lolat bahkan nyaris melahirkan kesimpulan atau opini prematur yang tak berdasar fakta.

Investigasi Tahap KeduaPenelusuran lanjut kasus solar oplosan (pemberitaan awal, red.) di Saumlaki masih diduga kuat turut melibatkan oknum aparat. Faktor ini seakan menjadi "antibodi" spesial bagi para pemain BBM bersubsidi oplosan ilegal tersebut.

Dari penelusuran lanjut diketahui, Mas K (asal Malang - Jawa Timur) berperan sebagai penghubung antara para aktor penampung/penyedia BBM subsidi oplosan dengan calon pembeli.Diketahui, para penimbun BBM subsidi sesungguhnya adalah si A, Mur (singkatan) yang sering dikenal dengan inisial H, dan H serta pembelinya masih berinisial H (warga Sanger - Sulawesi Utara, nama samaran, red.).

Dugaan 86 (sogok/penyuapan)Dugaan adanya aksi 86 antara pihak penyuplai dan pembeli kepada oknum wartawan media ini sebagaimana terlanjur dimuat dalam pemberitaan beberapa media online dikhawatirkan berpotensi melahirkan kesimpulan prematur tak berdasar di kalangan publik Tanimbar.

Faktanya, pihak wartawan sempat diajak kompromi/ditanyai soal jumlah uang yang diinginkan oleh penjual dan pembeli dalam sebuah kedai/rumah makan di jalan poros Saumlaki (22/3/2024, sekitar pukul 20.30 WIT).Saat ditanyai abang A, "KK dong mau berapa", HY (awak media) menanggapi, " kami punya kode etik, tidak menerima suap apalagi melakukan pemerasan," jelasnya. Kalimat yang sama sempat diucapkan awak media ini beberapa kali.

Seakan tak menyerah, Abang A dan rekannya (Mas K) pun berlagak ramah sambil terus membujuk bahwa, kami tidak bermaksud menyuap/sogok KK dong. Anggap saja Katong saling bantu atau bagi - bagi rejeki, tandasnya.

Pada titik itu, omongan santai pun tercipta berbalut motif saling bantu/bagi bagi rejeki diantara kedua belah pihak tanpa ada unsur paksaan. Diketahui, kedua belah pihak memiliki rekamannya masing - masing sebagai bahan bukti atas percakapan malam itu.Upaya konfirmasi final sebelum berita ditayangkan malam itu pun berakhir. Berita pertama beredar beberapa jam setelahnya.

Besoknya (23/3/2024, sekitar pukul 22.59 wit), pertemuan kecil antara para pihak dengan tim media ini pun terjadi lagi. Topik pertemuan, para terduga pelaku bisnis solar oplosan berupaya menjumpai tim dengan niat menemukan jalan keluar terbaik sebelum masalahnya meledak. Kecemasan soal konsekswensi hukum atas pelanggaran BBM subsidi dalam UU No.22 Tahun 2001 seakan menghantui para pencari rejeki tersebut.Opini tertulis

Berbekal niat baik dengan basis data yang minim, beberapa media online di Tanimbar pun memunculkan pemberitaan opini terkait solar oplosan tersebut (Rabu, 27/3/2024).Target Droping Solar Oplosan

Kemanakah solar oplosan sebanyak 8 ton akhirnya didistribusi? Dengan kendaraan apa dan oleh siapa? Siapakah aktor pebisnis, koordinator lapangan dibalik transaksi solar oplosan tersebut dan demi kepentingan apa/siapa?Nantikan jawabannya pada jilid ke-3 pemberitaan berikutnya. (IM/Tim).

Editor : Investigasi Mabes
Tag: