Contraflow Diterapkan di Km 44 Tol Jagorawi Arah Bogor

Contraflow Diterapkan di Km 44 Tol Jagorawi Arah Bogor
Contraflow Diterapkan di Km 44 Tol Jagorawi Arah Bogor

InvestigasiMabes.com | Jakarta - Pihak kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas contraflow di Km 44 Tol Jagorawi yang mengarah ke Bogor. Pengemudi diimbau untuk berhati-hati.Berdasarkan laporan PT Jasa Marga, rekayasa lalin contraflow ini diterapkan pada Rabu (10/4/2024), pukul 14.39 WIB. Contraflow diterapkan mulai Km 44.500 hingga Km 46.500.

 "Setelah GT Ciawi 1 KM 44+500-KM 46+500 arah Sukabumi diberlakukan lajur contra flow/kanan," tulis @PTJASAMARGA lewat akun resminya.

 Pengemudi yang mengarah ke Bogor dan Sukabumi diminta untuk tertib. Sementara pengemudi dari arah sebaliknya juga diminta untuk berhati-hati.

 "Harap tertib di antrean," lanjut PT Jasa Marga.

 Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pengaturan Contraflow di jalur Arteri Cirebon sangat dilematis.

 "Arteri ini emang dilematis. Karena dia harus berfungsi two way atau dua jalur. Dua jalurnya itu di jalur di mana one way di sini nanti. Kan di situ nanti ada motor, ada mobil. Sementara jalurnya itu kecil. Jadi tekananya itu selain jalanan tol yang cepat, di arteri juga akan berjalan suatu komplikasi yang mesti ditekel dengan baik," kata Budi di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (9/4/2024) menyoroti fungsi jalur arteri untuk mencegah penumpukan kendaraan saat momen lebaran.

 Dilansir beberapa media di hari yang sama, Direktur Regident Korlantas Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya akan melakukan rekayasa lalu lintas di jalan arteri. Selain itu, di sekitar jalan arteri juga akan disiapkan posko bagi pengendara yang hendak beristirahat.

 "Kita sudah persiapkan semua rekayasa yang ada di arteri. Bahwa di arteri telah kita siapkan pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu. Melayani pengemudi yang capek. Batas maksimal berkendara 4 jam. Makanya disiapkan pos. Kita layanin di situ," kata Yusri.

 Lebih lanjut Yusri mengatakan puncak arus balik mudik yang diprediksi terjadi pada tanggal 13 - 14 April. Saat ini personel pengamanan diperkuat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menjadi destinasi paling banyak pemudik.

 Yusri mengatakan pihaknya berharap para pemudik bisa kembali ke Jakarta dengan menghindari tanggal 13 atau 14 April untuk mencegah penumpukan saat arus balik.

 "Himbauan tetap sama tanggal 13, 14 (April) kalau boleh pulangnya sebelumnya atau sesudahnya," pungkasnya.

 (Red).

Editor : Investigasi Mabes
Tag: