Solar Subsidi Buat Masyarakat kuala Samboja Sudah Gak Ada Lagi Nelayan Menjerit

Solar Subsidi Buat Masyarakat kuala Samboja Sudah Gak Ada Lagi Nelayan Menjerit
Solar Subsidi Buat Masyarakat kuala Samboja Sudah Gak Ada Lagi Nelayan Menjerit

InvestigasiMabes.com | Kaltim - Permasalahan tersebut ditenggarai karena adanya pihak yang menyalahi aturan, seperti misalnya truk yang seharusnya tidak mengisi bahan bakar solar bersubsidi malah sengaja mengisi solar subsidi. 

Beberapa waktu terakhir ketersediaan bahan bakar solar bersubsidi di Kecamatan Samboja mengalami kelangkaan. Nelayan sudah satu minggu menganggur tidak turun melaut untuk mencari ikan. 

Permasalahan tersebut ditenggarai karena adanya pihak yang menyalahi aturan, seperti misalnya truk yang seharusnya tidak mengisi bahan bakar solar bersubsidi malah sengaja mengisi solar subsidi dan beberapa penampung menjual eceran dengan harga Rp11.000- Rp12.000. 

Sudah satu minggu kami ini tidak turun melaut karena tidak ada solar. Adapun solar kalau kami mau beli di pengecer sangat mahal mulai daari harga Rp 11.000 -Rp12.000 sedangkan kalau harga segitu nanti hasil tangkapan kami mau di jual berapa,Rabu 5/6/2024.

 Di RT. 17 Kelurahan Kuala Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara, ada dua kelompok nelayan sebanyak 40 orang mengeluh karena tidak dapat ke laut di sebabkan solar subsidi langkah dan kalau kita beli di eceran atau di kapal mahal dan kami tidak bisa menjangkau harganya karena kami satu kali keluar melaut menghabiskan sekitar 75 liter solar habis.

 Kami dari masyarakat nelayan mengharapkan bantuan kepada pemerintah agar bisa mengatur bahan bakar kegunaan masyarakat nelayan dan kalau ada oknum yang selalu menjual solar subsidi yang seharusnya jatah nelayan kami mengharap kepada pemerintah dan aparat yang berwajib jangan tutup mata persoalan ini.

 "Kami disini sudah seminggu ini tidak turun melaut karena persoalan solar tidak ada padahal mobil-mobil Dump truk pasokan sekitar banyak antri di pombensin dan banyak tambang-tambang ilegal yang tidak pernah beroperasi," ungkap masyarakat nelayan.

 Lanjutnya, masyarakat nelayan kalau begini terus kami mau kasih makan apa istri dan anak- anak kami belum lagi anak-anak kami mau sekolah, ungkapnya.

 "Kami meminta kepada pemerintah agar mencarikan solusi. Contohnya, seperti Penampungan Bahan Bakar (BBM) masyarakat khusus untuk masyarakat nelayan agar kami para nelayan tidak lagi pergi mencari-cari lagi kalau mau keluar melaut". jelasnya.

 (Umarali)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: