Investigasimabes.com | Saumlaki - Memperingati hari kelahiran merupakan suatu bentuk ungkapan syukur atas karunia Ilahi seiring refleksi, introspeksi dan evaluasi serta meramu niat untuk melakukan yang terbaik demi eksistensi ideal ke depan.
Universitas Lelemuku Saumlaki (UNLESA) kampus kebanggaan putra/putri Tanimbar merayakan Diesnatalis ke-2 tanggal, 8 Juni Tahun 2024 dihadiri sejumlah tokoh seperti Wakil Uskup Wilayah Kepulauan Tanimbar dan MBD RD. Poncius Ongirwalu, Ketua Majelis Jemaat Sejahtera Pdt. Mario Lawalata, M.Th dan Sekretaris MUI Kepulauan Tanimbar Ust. Sukriady, SE, M.M, Ak.
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Lelemuku Saumlaki Polly Lalamafu, S.Sos., M.Si dalam pidatonya menegaskan; "Universitas Lelemuku Saumlaki merupakan Universitas pertama atau anak sulung Masyarakat Tanimbar akan terus berbenah diri seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi pengabdian kepada Bangsa dan Negara serta Masyarakat terutama demi kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Tanah Tanimbar".
"Dalam perjalanannya UNLESA telah melakukan berbagai kerjasama dengan berbagai pihak baik di dalam negeri maupun di luar negeri demi mewujudkan Moto Universitas Lelemuku Saumlaki Yang Unggul, Terpercaya dan Berdaya Saing", terang Lalamafu.
"UNLESA telah memiliki sejumlah lulusan sebelumnya atau alumni yang saat ini banyak diantara mereka telah menduduki jabatan strategis baik Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar maupun DPRD Kepulauan Tanimbar", ulas Lalamafu.
"Tak lupa UNLESA secara khusus berterima kasih kepada INPEX yang selama ini telah berkomitmen dan secara konsisten memberikan perhatiannya dalam bentuk beasiswa baik kepada mahasiswa maupun para dosen UNLESA untuk pengembangan Sumber Daya Manusia Tanimbar", tutur Lalamafu.
Lalamafu juga mengkritisi sejumlah kebijakan Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar yang dinilai tidak bijaksana dan terkesan sarat akan nepotisme, misalnya; "dalam pemberian beasiswa, Pemda cenderung memberikan beasiswa kepada sejumlah mahasiswa AK Migas Cepu yang notabene terdapat sejumlah anak pejabat, sementara banyak mahasiswa berprestasi UNLESA yang berlatar belakang berasal dari keluarga tidak mampu justru diabaikan, padahal banyak alumnus kita yang menduduki jabatan strategis baik di Pemda maupun DPRD Kepulauan Tanimbar, artinya bahwa UNLESA telah berkontribusi nyata bagi Tanimbar terutama eksekutif maupun legislatif", tambah Lalamafu.
"Karenanya kepada seluruh civitas akademika UNLESA terutama mahasiswa agar pada kontestasi pilkada nanti tidak memilih calon Bupati yang tukang tipu, jangan pilih calon Bupati yang main beli suara. Pilih Calon Bupati yang punya hati bersih kepada masyarakat dan berpihak kepada masyarakat", tegas Lalamafu.
"DRPD yang punya perhatian kepada UNLESA pun hanya DPRD Provinsi Maluku, sangat miris karena banyak mahasiswa berprestasi UNLESA yang berasal dari keluarga tidak mampu namun Pemda lebih cenderung memberikan bantuan pendidikan bagi mereka yang secara ekonomi sangat mampu dan ini menjadi catatan penting bagi kita", tandas Lalamafu.
"UNLESA pernah mengundang Bupati yang didampingi sejumlah OPD teknis untuk berdiskusi tentang kebijakan mereka, namun akhirnya mereka memilih kabur meninggalkan forum diskusi karena tidak mampu menjelaskan kebijakan mereka dihadapan para akademisi UNLESA, ini artinya bahwa kemampuan dan eksistensi para akademisi UNLESA sangat diperhitungkan oleh mereka", pungkas Lalamafu mengakhiri pembicaraannya. (IM. 125).
Editor : Investigasi Mabes