Penatausahaan Kas di Bendahara BLUD RSD Madani Tahun 2023 Tidak Sesuai Ketentuan

Penatausahaan Kas di Bendahara BLUD RSD Madani Tahun 2023 Tidak Sesuai Ketentuan
Penatausahaan Kas di Bendahara BLUD RSD Madani Tahun 2023 Tidak Sesuai Ketentuan

InvestigasiMabes.com | Pekanbaru -  Penatausahaan Kas di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSD Madani Tidak Sesuai Ketentuan sehingga terdapat uang muka yang dipertanggungjawabkan secara tidak tertib sebesar Rp.712.295.110,000 berisiko disalahgunakan. 

Hal tersebut terangkum dalam Laporan hasil pemeriksaan BPK terhadap sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. 

Dalam resume hasil pemeriksaan, terdapat Penyerahan uang muka sebesar Rp.1.134.285.714,00 kepada Direktur *RSD Madani* dilakukan tanpa disertai keterangan penggunaannya. 

Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pengeluaran kas yang tidak tercatat dengan jelas dalam Buku Kas Umum (BKU) dan/atau kuitansi.Direktur RSD Madani menerima sejumlah uang dengan rincian seperti sewa rumah, pinjaman, pengambilan uang, dan lainnya. Sebagian dari uang tersebut telah dikembalikan oleh Direktur untuk pembayaran pajak dan pengembalian jasa pelayanan. Namun, masih terdapat sisa uang muka yang belum dipertanggungjawabkan atau disetor kembali sebesar Rp. 709.062.689,00.

 Tidak itu saja, ada lagi terdapat Selisih pertanggungjawaban uang muka untuk belanja servis besar/penggantian sparepart mencapai Rp.3.232.421,00. Bendahara Pengeluaran mencairkan uang dan menyerahkannya kepada *Direktur RSD Madani* tanpa dokumen pertanggungjawaban yang jelas.

 Terhadap temuan itu BPK merekomendasikan Wali Kota Pekanbaru agar memerintahkan :

* Direktur RSD Madani untuk mengembalikan sisa uang muka dan menyetorkan ke Kas BLUD sebesar Rp.712.295.110,00.* Inspektur Daerah diminta untuk melakukan reviu atas Laporan Keuangan RSD Madani TA 2023.

 Kasubbag Keuangan RS Madani Masjo Endri, SE ketika mau dikonfirmasi tidak jadi bisa ditemui, karena dihalangi oleh Security bernama Dobin dan Hendri, ia mengajak Media untuk menjauh dari ruangan Masjo Endri sambil berkata, bapak mau jumpa siapa, tanyanya, dan Media bilang mau ketemu kasubbag untuk konfirmasi, kedua orang itu seakan sudah dilatih oleh pimpinan untuk mencegat orang yang mau ketemu kasubbag itu, menurutnya kalau bapak mau konfirmasi dia itu tidak tahu apa-apa, bagusnya sama pak Direktur saja katanya.

 Direktur RS Madani dr. Arnaldo Eka Putra, SpPD ketika dihubungi melalui ponselnya tidak diangkat, dan ketika dikonfirmasi via WhatsApp terkait temuan BPK tersebut hingga berita ini ditulis tidak memberikan keterangan.

 Kepala Inspektorat Kota Pekanbaru Iwan Simatupang, AP, S.Sos, M.Si ketika dihubungi melalui ponselnya tidak diangkat dan ketika dikonfirmasi via WhatsApp juga tidak direspon.

 Berkaitan dengan hal tersebut Pj Walikota diminta untuk melakukan evaluasi terhadap beberapa kepala OPD yang tidak profesional dan berintegritas.(Ef)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: