InvestigasiMabes.com | Banyuwangi - Kontestasi pemilihan calon pemimpin daerah, akan dimulai, berbagai hal isu mewarnai terhadap calon yang diusung oleh partai politik dalam pemberian "rekom" terjadi "borong-memborong" atau paradigma saat ini "begal/kartel politik". Beberapa ahli tata negara memandang substansi demokrasi, bergeser pada pragmatisme, bukan lagi wadah/organisasi yang memiliki idealisme, dalam upaya memberikan strategi konsep meningkatkan harkat martabat rakyatnya. Partai seperti suatu badan usaha provit, yang cari untung dan mumpung, mendapatkan hitungan "balen" harga, ataupun bila yang didukung/diusung menang, berbagi "kue" APBD dan obral aset/potensi daerah, tukar "cuan" tanpa merasa perihnya hati para pejuang kemerdekaan dalam mempertahankan sejengkal tanah airnya. Gunung emas milik keluarga, tanah luas milik badan usaha swasta, terbalik dari beberapa negara yang katanya dianggap tidak mengenal Tuhan.
Konsep ekonomi dan janji politik, kebanyakan hanya "jargon dan lips service" cara pandang suatu rezim, hanya "politik anggaran keproyekan" bukan kekuatan dalam penguatan sistem, layanan, perencanaan, manajemen dan teknokrasi membangun strategi besar dari mimpi dan harapan rakyatnya.
Memimpikan nahkoda pemimpin adalah pelayan bagi rakyatnya, bukan bak "penjajah" dari bangsa sendiri. makna kekuasaan pemimpin dapat memberikan pengayoman perlindungan, harapan dan meluaskan rasa bahagia.
Bebeberapa aspek terpenting dalam titipan dari "tuntutan rakyatnya jika Bupati Banyuwangi terpilih nanti, diantaranya :
1. Memilih SDM berkualitas kompeten, berkinerja terukur2. Birokrasi yang responsif dan problem solver
3. Meningkatkan kwalitas pendikan dan kesehatan4. Penyelenggaraan layanan publik mudah, ramah, cepat/terukur dan efisien
5. Perbanyak penciptaan lapangan kerja yang berkualitas6. Menghilangkan Korupsi Kolusi dan Nepotisme
7. Memperbanyak ruang-ruang inspiratif dan fasilitas bahagia yang gratis8. Strategi global dan nilai tambah operasi produksi
9. Transpotasi umum yang bermartabat dan murah10. Meningkatkan komunikasi dan membuka partisipasi publik seluas luasnya
Siapapun pemenang dari kontestasi Pilkada Banyuwangi, pemimpin terpilih, haruslah lebih jauh lagi meningkatkan dari capaian Bupati Banyuwangi sebekumnya. Capaian kinerja dalam indikator keterpurukan haruslah segera ditinggalkan, membuka lagi cakrawala berfikir yang lebih luas, dengan aspek substansi keilmuwan, perkuatan perencaanaan tersistem dan terbreakdown secara rinci dan realistis. Meningkatkan dan menumbuhkan ungkitan bangkitan ekonomi masyarakat. Devisa daerah tercipta bukan dari banyaknya TKI yang bekerja keluar negeri karena ekonomi sedikitnya uang beredar, tetapi devisa yang tercipta dari nilai tambah dengan kreatifitas inovasi, kualitas dan teknologi. Wilayah dan SDA Banyuwangi, benar benar dapat mewujudkan kemakmuran kesejahteraan Masyarakat Bumi Blambangan. (Red)
Oleh : Andi PurnamaPengamat kebijakan publik
Editor : Investigasi Mabes