Pj. Walikota Risnandar Mahiwa diminta Memanggil PPK dan PPTK, Paving Block SDN 192 Sudah Dikelilingi Rumput

Pj. Walikota Risnandar Mahiwa diminta Memanggil PPK dan PPTK, Paving Block SDN 192 Sudah Dikelilingi Rumput
Pj. Walikota Risnandar Mahiwa diminta Memanggil PPK dan PPTK, Paving Block SDN 192 Sudah Dikelilingi Rumput

InvestigasiMabes.com | Pekanbaru -  Penjabat Walikota Pekanbaru Risnandar Mahiwa diminta untuk memanggil serta mengevaluasi PPK dan PPTK pada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru yang tidak profesional dalam melaksanakan tugas sebagai ASN. 

Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana Multi Feri, ST selaku PPK dan Kasi Sarana dan Prasarana SD Kirno, ST, MT selaku PPTK pada Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru itu tidak merespon informasi dan masukan terkait program kegiatannya yang diduga tidak sesuai SOP, sehingga terkesan terjadi pemborosan penggunaan APBD.

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya bahwa Kegiatan pembangunan Sarana, Prasarana dan Utilitas Sekolah, Pekerjaan Pemasangan Paving Block SDN 192 Pekanbaru yang dilaksanakan oleh CV. Tasik Serai Rachmat berdasarkan Kontrak Nomor 02/KTR-PL/SARPRAS/APBD/2024 dengan Nilai Kontrak Rp. 181.800.000,00 yang bersumber dari APBD Kota Pekanbaru Tahun 2024 yang diawasi oleh konsultan Pengawas CV. Interior Consultant diduga tidak sesuai SOP. 

Dari pantauan Media Investigasi dilapangan, dihalaman SDN 192 Pekanbaru terlihat rumput-rumput sudah bermunculan dari sela-sela paving blok, padahal pekerjaan tersebut belum beberapa bulan setelah pemasangan, menurut salah seorang warga pekerjaan paving blok itu dipasang waktu bulan puasa kemaren sekira bulan April katanya, namun pengerjaannya itu tidak terlihat pembersihan humusnya atau rumput-rumput yang ada seharusnya dikupas dulu, baru diurug dan dipadatkan, namun itu sepertinya tidak dilakukan pekerja, karena buru-buru mau ngejar target lebaran ungkapnya. 

Untuk pemasangan paving block ada Cara/ Tahapan yang harus dilakukan tergantung dari bagaimana perencanaan yang di desain atau dirancang oleh PPK/ PPTKnya sehingga hasil pekerjaan nantinya sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Tahap pertama yaitu tentunya membersihkan lahan yang akan di pasang Paving block dari semua kotoran, seperti sisa dedaunan, pohon, plastic, lumpur, dll.c 

Kemudian Perataan lahan, pada tahap ini permukaan tanah yang tidak rata atau yang berlubang maupun yang bergelombang terlebih dahulu untuk disama ratakan. 

Selanjutnya Pengurugan tanah, dalam hal ini bahan atau material yang digunakan untuk pengurugan banyak pilihannya, bisa berupa limestone, sirtu, sirdam, makadam dll. Urug material bahan bangunan tersebut di atas tanah padat, lalu urugan tersebut dipadatkan dengan menggunakan mesin pemadatan seperti roller (wales), atau bisa juga menggunakan stamper kuda. Pemadatan material urug tersebut disertai dengan penyiraman air untuk mendapatkan kualitas urugan yang sempurna. 

Metode pelaksanaan paving block dari mulai tahap awal atau persiapan, leveling hingga finishing akhir yang baik dan benar agar mendapatkan hasil pemasangan paving block yang sempurna. Peralatan dan persiapan sebelum pemasangan paving block dibutuhkan alat alat bantu mesin seperti stamper kuda yang berfungsi untuk meratakan atau memadatkan struktur bawah atau pondasi yang diatasnya akan dipasang paving block. Serta ada pula alat bantu mesin lainnya yaitu stamper kodok atau vibro yang digunakan saat setelah paving block terpasang, alat ini berfungsi untuk meratakan serta merekatkan paving block yang telah terpasang agar tidak bergelombang dan kuat atau merekat antara susunannya. 

Adapun alat bantu manual yang cara menggunakannya dengan tenaga manusia adalah alat bantu pemotong paving block, alat ini biasa digunakan untuk memotong paving block untuk di pasang di bagian pinggir yang masih kosong agar terlihat rapih. 

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Multi Feri ketika dikonfirmasi via WhatsApp terkait kegiatan pemasangan paving blok di SDN 192 apakah sudah sesuai SOP pelaksanaannya, karena baru beberapa bulan sudah tumbuh rumput, apakah lapisan humusnya dikupas, dalam jawabannya Multi Feri kembali balik bertanya SOP gimana katanya. 

Sementara Kasi SD yang juga selaku PPTK ketika dikonfirmasi via WhatsApp hingga berita ini ditulis tidak memberikan jawaban. (Tim)

Editor : Investigasi Mabes
Tag: