Pemdes Ngaban Sosialisasi BBWS Wujud Transparasi Program Pembangunan

Pemdes Ngaban Sosialisasi BBWS Wujud Transparasi Program Pembangunan
Pemdes Ngaban Sosialisasi BBWS Wujud Transparasi Program Pembangunan

InvestigasiMabes.com | Sidoarjo - Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, Pemerintah Desa Ngaban Kecamatan Tanggulagin kabupaten Sidoarjo bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai berupaya melaksanakan pengelolaan dibidang Sumber Daya Air dengan Pelaksanaan Pembangunan jalan di atas tanah sempadan sungai sebuah pembangunan yang manfaatnya dibutuhkan masyarakat kecil khususnya petani, dan umumnyamasyarakat desa, layak didukung

semua pihak, baik dinas terkait,pemerintah pusat maupun daerah

melalui dinas dan Kementerian.Hal ini nampak dalam Musdus bersama Gapoktan Mlagi, Desa Ngaban Kecamatan Tanggulangin,Minggu

(17/11/24) di balai RW 06.Pemerintah Desa Ngaban gelar Musdus (musyawarah dusun)

bukan tanpa sebab, namun hal initerkait pembahasan surat BBWS

yang menindaklanjuti surat LSMLIRA (Lumbung Informasi Rakyat)

Kepala Desa Ngaban Budi Utomo, S.Sos menyampaikan, Musdus ini digelar terkait surat KementrianPekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat Direktorat Jenderal Sum-ber Daya Air, Balai Besar Wilayah

Sungai Brantas. Perihal informasi pelanggaran, menindaklanjuti surat LSM Lumbung Informasi Rakyat(LIRA) terkait laporan dugaan

perusakan tanggul sungai dengancara pengurangan ketebalan dan

ketinggian tanggul. 

“Bahwa pembangunan jalan diatas tanah sempadan sungai, bukanuntuk kepentingan Kepala Desa, tapi kepentingan warga semua, khususnya petani. Sebelum jalan dibuat jalan tanah itu tidak stabil, dan sekarang ini kalau ada genangan air itu cepat mengalir dan bisa dilalui marga, bahkan warga Desa lain,”ungkap Kades.

S e n a d a , Ke t u a B P D ( B a d a n Permusyawaratan Desa) AbdulJalil, kita saya selaku lembaga

BPD, tahapan demi tahapan sudahmengikuti Musdes dan mengikuti

pengukuran lahan, dan dikerjakandan selesai dengan azas manfaat

lebih banyak. “Dulu lebar 3-4 meter, sekarang 7 meteran, pemanfaatantanggul itu tidak hanya dirasakan Ngaban (dimanfaatkan warga

Ngaban tetapi warga Desa lain juga merasakan manfaatnya, akan tetapi kami terkait hal itu, lebih ketidaktahuan kami termasuk saya,karena ketidak tahuan dari ketidak itu

masak kok Yo tujuane apik (sudahjadi apik) gak direstui,(diijini), kalau dipakai jalan, bukan kepentingan

pribadi atau golongan,,bahkan den-gan adanya jalan ini bisa dipasang

(proyek) kegiatan irigasi perpom-paan besar dari Dinas Pangan dan

Pertanian,”terang Abdul Jalil.“Jalan tersebut bukan untuk

kepentingan Kades(pemdes)tapiuntuk kepentingan warga,bahkan

warga Desa lain, khususnya parapetani,” tegas Abdul Jalil kepada

Duta Masyarakat, mendukungadanya pemanfaatan lahan tersebut.

 Ketua Gapoktan Desa Ngaban,

Masrul Anam, menanggapi suratBBWS dan LIRA ,”memang terkiat

jalan, saya mewakili teman-temanpetani, pada masa tahunnya lupa

saya, dulu mengusulkan ide dari-pada para petani Desa Ngaban,ada jalan pintas sebelah barat mengeluh kalau mengangkut hasil tani pasti sulit sekali.

“Sengsara kalau angkut,jeblokwaktu angkut hasil panen dari

sebelah barat harus nambah biaya.Jalan tersebut manfaatnya luar

biasa, bukan hanya petani,tapiwarga lain bahkan penjual kupang

pun merasakan manfaat jalan yang dipermasalahkan,itu usulan daripetani,”tegas Masrul Anam.

Alhamdulillah petani banyakyang senang,hasil panen bisa dengan mudah diangkut,juga senang bisa menekan biaya angkut.Kasihan kalau penghasilan petani sangat kurang,saya mewakili

teman - teman petani menyampaikan terima kasih dan sangat berterima kasih atas dibangunnya jalan tersebut, sekali lagi terimakasihinilah keluhan para petani.

“Mudah - mudahan para Tomas,Pemdes bisa memahami keluhan

para petani, sebab itu usulan daripara petani, bisa menekan pen-

geluaran biaya lainnya,”pungkasMasrul Anam. Dedy Christanto dari BBWS perwakilan, yang kebetulan

ada di lokasi, dikonfirmasi DutaMasyarakat mengatakan,saya han-

ya bisa menyarankan perijinan untuk dipenuhi (diurus) Yang kedua untuk pengembalian itu dilihatdulu,kalau memang petani dan

warga bisa membuat pernyataankalau jalan itu memang benar ber-

manfaat untuk warga,” jelasnya.Terpisah Sekcam Tanggulangin Widia Helita kepada Duta

Masyarakat, mengatakan,terkaitsurat dari Kementrian Pekerjaan

Umum dan Perumahan RakyatDirektorat Jenderal Sumber Daya

Air, Balai Besar Wilayah SungaiBrantas. Perihal informasi pelanggaran, menurutnya itu ada kesalahpahaman dalam koordinasi dan komunikasi antar pemerintah.

Selaku Sekcam mewakili Pak Camat “kami berharap permasalahan ini bisa diselesaikan antar G to G (Government to Government), dan semoga terselesaikan dengan baik dan ada solusinya, karenawarga merasakan manfaatnya

dari pembangunan tersebutkedepannya,” pungkas Helita.

Hadir dalam Musdus yangdiakhiri dengan tanda tangan

pernyataan dukungan atas adanyajalan tersebut, warga yang hadir

dan mewakil, Kepala Desa Ngaban, Babinkantibmas, Babinsa, KetuaBPD , Tokoh Masyarakat, Tokoh

Agama , Ketua Poktan, AnggotaPoktan, LPMD, BBWS , dan be-

berapa perwakilan Masyarakat dan petani.(tok) 

 

Editor : Investigasi Mabes
Tag: