Masyarakat Kecewa dengan Kinerja Kepala Desa Olung Ulu

Masyarakat Kecewa dengan Kinerja Kepala Desa Olung Ulu
Masyarakat Kecewa dengan Kinerja Kepala Desa Olung Ulu

InvestigasiMabes.ckm | Murung Raya, 29 Desember 2024 – Kinerja Kepala Desa Olung Ulu berinisial Imar BL menjadi sorotan tajam masyarakat. Selama menjabat empat tahun, kepala desa tersebut dinilai tidak menunjukkan upaya signifikan dalam membangun desa, sehingga menuai kekecewaan mendalam dari seluruh lapisan masyarakat. 

Menurut tokoh masyarakat setempat, bukti pembangunan selama empat tahun terakhir sangat minim. Pembangunan yang dapat dilihat hanya mencakup dua unit rumah berukuran 4x6 meter dan pengecoran jalan desa sepanjang 74,88 meter. Selebihnya, dana desa diduga digunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok keluarga kepala desa. 

Hasil investigasi menyebutkan, Kepala Desa Olung Ulu diduga memanfaatkan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk memperkaya diri. Beberapa barang yang diduga berasal dari dana tersebut antara lain:1. Tiga unit mobil pribadi.

2. Dua unit rumah mewah beserta tanahnya.3. Tiga unit sepeda motor trail.

Selain itu, terdapat indikasi penyimpanan dana desa dalam bentuk tabungan pribadi di bank di Banjarmasin dan Palangka Raya. 

Program pembangunan berbasis sandang, pangan, dan perkebunan juga menjadi masalah besar. Bantuan berupa bibit tanaman, seperti durian dan kelapa sawit, serta bantuan ternak, seperti sapi, babi, ayam, bebek, dan ikan, diduga sepenuhnya dikuasai oleh kepala desa untuk kepentingan pribadi dan kelompok keluarganya. 

Hal ini membuat masyarakat desa tidak merasakan manfaat dari program-program yang seharusnya diperuntukkan bagi mereka. 

Masyarakat Desa Olung Ulu mendesak dinas atau instansi terkait untuk segera melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap penggunaan dana desa selama empat tahun terakhir. Mereka berharap agar penegakan hukum dilakukan dengan tegas demi menciptakan keadilan dan mengembalikan hak masyarakat. 

"Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat. 

Pembangunan desa yang seharusnya menjadi prioritas kepala desa malah terabaikan, sehingga menambah beban dan penderitaan masyarakat yang seharusnya bisa menikmati fasilitas dan bantuan yang lebih layak. ( Kondot) 

Editor : Investigasi Mabes
Tag: