Kisah Ibu Bersalin dengan Bayi Berat 6 kg: Ketakutan dan Kekhawatiran Terbayar Lunas

Kisah Ibu Bersalin dengan Bayi Berat 6 kg: Ketakutan dan Kekhawatiran Terbayar Lunas
Kisah Ibu Bersalin dengan Bayi Berat 6 kg: Ketakutan dan Kekhawatiran Terbayar Lunas

Pamela Mann tidak pernah mengira akan melahirkan seorang bayi yang mencapai bobot hampir 6 kilogram. Sebenarnya, dia menjalani masa kehamilan sama seperti ibu hamil pada umumnya, Bunda.

Seorang wanita berasal dari Alabama, AS, telah menyambut kelahiran putrinya yang dinamai Paris Halo di awal tahun 2025. Kelahiran si buah hati tersebut dilakukan dengan proses persalinan Caesar yang sudah direncanakan di rumah sakit Alabama Grand View Medical Center.

Pada hari ulang tahun putrinya, Pamela Mann sempat merasakan kecemasan dan keresahan ketika berada di ruang bersalin. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa tim medis yang menolong proses melahirkannya nampak sangat heran sewaktu membebaskan bayi dari rahimnya.

"Dokter menariknya keluar dari tubuhku dan seluruh perawat berbisik, 'Tuhan Yang Maha Esa!', " tuturnya. TODAY , seperti dikutip dari New York Post.

"Ia pun merasa cemas karena tak paham dengan keadaan tersebut," lanjutnya.

Cerita Menyentuh tentang Ibu yang Bersalin melalui IVF tapi ternyata Bayinya Bukan Miliknya, Bagaimana Mungkin?

Respons tak terduga dari tim medis itu muncul karena ukuran bayi Mann yang luar Biasa. Anak perempuannya ini dilahirkan dengan bobot 13 pon dan empat ons, yaitu kira-kira 5,91 kilogram.

Faktanya, kehadiran bayi dengan bobot kelahiran tidak biasa cukup mengagetkan Mann. Sebab, wanita berusia 31 tahun itu percaya akan kelahiran buah hatinya dengan berat badan normal, Bunda.

Sebenarnya, sesuai dengan data yang diberikan oleh Stanford Children's Health, bobot lahir rata-rata bagi bayi prematur adalah 7 pon yaitu kira-kira 3,2 kilogram.

Dokter sudah menemukan kondisi janin yang serius ketika sedang mengandung.

Empat minggu sebelum kelahiran anak Mann, dokter sudah mengevaluasi bobot bayi di dalam rahim ibunya. Dokter menyebutkan bahwa pada waktu tersebut, berat calon bayi Mann mencapai 3,6 kilogram. Akan tetapi, petugas medis yang mengerjakan USG mengklaim bahwa beratnya tergolong 'cukup besar' dengan estimasi hingga 4,5 kilogram. Informasi ini disampaikan melalui laporan dari WVTM13.

"Ternyata dia jauh lebih berat dari yang dikatakan keduanya," kata Mann kepada media tersebut.

Mann menyatakan kelahirannya melalui prosedur bedah Caesar. Anak perempuan Mann bernama Paris Hilton, datang ke dunia 16 hari lebih awal dari perkiraan tanggal persalinan.

Kondisi putri Mann

Bobot kelahiran Paris Halo yang besar pun memberikannya perawatan khusus. Dia bahkan telah memakai baju yang dirancang untuk balita usia 6 bulanan, Bunda.

Putri Mann dikabarkan menerima perawatan di ruang neonatal intensive care unit (NICU) sebuah rumah sakit untuk beberapa hari sebelum akhirnya bisa pulang. Kendati demikian, ia tetap dalam keadaan yang memuaskan. "Dia sedang dalam kondisi baik," ujar Mann.

Putri Mann dari Paris Halo tak menjadi bayi pertama yang dilahirkan dengan berat 'paling besar'. Berdasarkan Guinness World Records , bayi paling berat yang pernah dicatat dalam sejarah kelahiran di Italia pada tahun 1955, dengan bobot 22 pon atau kira-kira 9,9 kg.

Ukuran janin yang lebih besar disebut sebagai makrosomia dalam bahasa medis.

Makrosomia merupakan istilah untuk mendeskripsikan seorang bayi yang dilahirkan dengan berat badan di atas rata-rata. Bobot si bayi dalam kasus ini biasanya melebihi 3,9 kilogram.

Berdasarkan informasi dari perawat anak tersertifikasi Donna Murray, RN, BSN, tak ada metode pasti untuk mengukur berat badan bayi di dalam rahim. Karena itu, diagnosis makrosomia dengan tepat hanya dapat dilakukan setelah si kecil lahir, ya Bund.

Bermacam faktor dapat mempengaruhi ukuran janin di dalam rahim. Kadang-kadang, dokter juga tak mengenalinya dengan pasti. Akan tetapi, bobot, kondisi kesehatan, serta faktor keturunan mungkin memiliki peranan, jelas Murray, seperti dilaporkan oleh Very Well Family.

Beberapa sebab serta elemen-elemen berisiko yang berkaitan dengan kemunculan makrosomia meliputi:

  • Memiliki gula darah tinggi atau diabetes sebelum hamil atau mengalami diabetes gestasional.
  • Ibu yang telah melahirkan anak dengan bobot tinggi memiliki risiko lebih besar untuk mengalaminya kembali pada kehamilan selanjutnya.
  • Ibu memiliki berat badan berlebih sebelum mengandung atau ketika sedang hamil.
  • Berawal dari keturunan Kaukasian dan Hispanik. Wanita yang sedang mengandung dengan latar belakang etnis tersebut kebanyakan melahirkan bayi dengan ukuran lebih besar dibandingkan wanita hamil dari etnik lainnya.
  • Kehamilan yang melebihi 40 minggu. Dengan bertambahnya durasi kehamilan, ukuran bayi di dalam kandungan juga akan meningkat.
  • Mempunyai latar belakang keluarga di mana ada kehamilan dengan situasi makrosomia atau melahirkan anak dengan ukuran yang lebih besar dari normal.
  • Umur ibu yang sedang mengandung lebih dari 35 tahun.
  • Memakan berbagai jenis karbohidrat yang diproses (berindeks glikemik tinggi) saat sedang mengandung.

Berikut adalah cerita tentang Bunda yang melahirkan bayi dengan bobot sekitar 6 kilogram, dan juga pengenalan terhadap istilah medisnya.

Pilihan Redaksi
  • 3 Hal yang Perlu Diwaspadai Agar Bayi Tak Terlalu Besar dalam Kandungan
  • Apakah Ibu Hamil dengan Janin Besar Dapat Melahirkan Secara Alami?
  • Faktor Penyebab Bayi Mengalami Makrosomia, Situasi Kelahiran dengan Berat Badan di Atas Normal, serta Dampaknya bagi Ibu

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway , yuk join komunitas investigasimabes.comSquad. Daftar klik di SINI . Gratis!

Editor : Investigasi Mabes
Tag: