TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA - Direktorat Polairud Polda Jawa Timur mengungkap kegiatan penyelundupan sepeda motor yang tidak memiliki dokumen.
Enam individu dianggapkan menjadi saksi. Mereka merupakan pekerja dalam bidang transportasi barang.
Penangkapan tersebut terjadi pada KMP Dharma Bahari Sumekar III ketika kapal bersandar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura.
Secara keseluruhan, total 24 unit sepeda motor telah disita. Kebanyakan dari kendaraan tersebut masih dalam keadaan sangat bagus dan termasuk baru.
Kepala Divisi Udara dan Laut dari Polda Jawa Timur, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap pengiriman barang lewat jalur laut kini semakin ditingkatkan.
Operasi bersih-bersih ini akan dilanjutkan. Khususnya daerah pantai di Jawa Timur yang diduga memiliki dermaga ilegal.
Mereka berencana untuk mengadakan koordinasi antarakepolisan, serta melaksanakan tindakan pemberitahuan awal dan deteksi dini. Hal ini dilakukan dengan cara mempraktikkan pendekatan antisipatif dan mendidik masyarakat yang tinggal di kepulaun tersebut.
"Kita akan bekerja sama dengan pihak yang berkepentingan serta mengharapkan partisipasi aktif dari publik. Jika menyadari adanya penyerahan atau ditemukannya kendaraan illegal, silakan laporkan segera," ujarnya.
Dari kerjasama yang dilakukan bersama beberapa kepolisian resor, dari 24 sepeda motor tersebut, telah ditemukan dua unit sepeda motor dan pemiliknya sudah diidentifikasi.
Para pemilik adalah warga dari Kabupaten Probolinggo. Dua orang ini sudah mengeluarkan uang untuk membeli sepeda motor, tetapi sampai jangka waktu tertentu, mereka masih menunggu tanpa mendapatkan barang yang telah mereka bayar.
Sebagai akibatnya, mereka pun melaporkan kerugian tersebut ke polisi.
"Sampai sekarang kita masih melanjutkan penyelidikan lebih jauh untuk mengidentifikasi pemilik dari kendaraan itu," tegas Kombes Pol Arman.
Temukan berita lebih lanjut di Google News dengan mengklik tautan ini: Tribun Jatim Timur
Gabung ke grup WhatsApp, ketuk: Tribun Jatim Timur
(TribunJatimTimur.com)
Editor : Investigasi Mabes