InvestigasiMabes.com | Balikpapan, 28-5-25 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di KM. 15 Balikpapan Utara kerap mengalami lonjakan antrean BBM.
Pengguna kendaraan, terutama pengemudi truk kian mengeluhkan waktu tunggu yang lama akibat terbatasnya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Melirik sejumlah antrean BBM di Balikpapan, SPBU KM.15 Balikpapan Utara menjadi salah satu perhatian bagi warga setempat. Tak heran keluhan berulang kali dilontarkan akibat tak berujungnya kendaraan.
Seorang pengendara truk yang enggan disebut namanya, menyebut antrean mengular tiap harinya. Sehingga situasi tersebut dapat mengganggu mobilitas sehari-hari mereka, terutama pada jam sibuk atau jam pulang kerja.
"Saya sudah antre dr kmaren sore, sampe saat ini belum dapat solar, Bukannya apa ya mas, kita kerja sopir banyak resiko pengantaran kalau telat," ujarnya saat antre Solar di SPBU KM 15.
Dia mengkritik, keterbatasan solar/BBM di Kota berjulukan Kota Minyak ini tidaklah masuk akal. Lantaran, ketersediaannya tidak sesuai atau bahkan kurang bagi mereka yang bekerja sebagai supir.
"Saya kurang tau bagaimana pengaturan Pemerintah terhadap SPBU. Tapi saya dan kawan-kawan maunya kami dianggap sebagai pekerja juga di Kota ini,
Ia berharap Pemerintah Kota dan Pertamina memperhatikan sesegera mungkin pasokan solar di SPBU. Ia pun merasa khawatir jika terjadi kecelakaan akibat beberapa truk yang parkir di bahu jalan.
"Ya kami cuma berharap kondisi ini jadi perhatian Pemkot atau Pertamina. Kenapa, karena jujur mas, kami parkir disini bukan karena mau tapi kondisinya memang mengharuskan. Belum lagi ketidaknyamanan pengguna jalan yang lain," jelasnya.
Ia menambahkan, mestinya ada strategi bagi Pemerintah Kota mengatasi dalam kelangkaan BIO solar ini,Agar tidak terjadi yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi pengemudi transportasi umum dan logistik.
"Ini banyak dampaknya, di kami sebagai supir ada, pengendara, bahkan pejalan kaki. Itu buat masyarakat, belum lagi konsumen kami, pekerjaan kami, kalau ada ganti rugi karena lambat antar kami juga yang tanggung," katanya.
ROHIM SND.
Editor : Redaktur