InvestigasiMabes.com | Nganjuk, Kamis, 12 Juni 2025 - Polres Nganjuk menggelar jumpa pers terkait kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Nganjuk. Dalam konferensi pers tersebut, pihak kepolisian merilis detail mengenai pelaku dan kronologi kejadian.
Pelaku pembunuhan diketahui adalah seorang tunawisma berinisial AS (55), yang ironisnya merupakan rekan korban. Korban, Sucipto (55)warga Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan ditemukan tewas di bawah jembatan jalan raya Nganjuk - Surabaya, diketahui Meraka berteman kurang lebih 4 bulan dan sama sama bekerja sebagai pengemis .
Kapolres Nganjuk, AKBP. Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., dalam jumpa pers tersebut menyatakan bahwa motif pembunuhan diduga kuat karena cekcok dengan pengaruh minum minuman keras (Alkohol) antar sesama tunawisma yang berujung pada tindakan kekerasan dan penusukan. "Kami berhasil mengamankan pelaku AS berdasarkan penyelidikan intensif dan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian," ujar AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., .
Lebih lanjut, AKBP. Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa jenazah korban ditemukan dengan beberapa luka akibat benda tajam. "Diduga kuat pelaku menusuk korban hingga tak sadarkan diri, dan kemudian menyeretnya ke bawah jembatan dikarenakan sakit hati sering di suruh suruh korban dan dimintai belikan makan maupun barang lainnya," tambahnya. Pihak kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti yang berkaitan dengan kasus ini, termasuk 2 buah pisau baju celana yang diduga digunakan pelaku untuk menusuk korban. Tim Inafis Polres Nganjuk bersama Tim DVI RS Bhayangkara telah melakukan identifikasi awal. Dari hasil pemeriksaan luar, korban mengalami sedikitnya 21 luka tusuk dan robek di berbagai bagian tubuh, termasuk dada, perut, lengan, hingga punggung.
Saat ini, pelaku AS telah ditahan di Mapolres Nganjuk untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia akan dijerat dengan pasal pembunuhan yang ancaman hukumannya seumur hidup. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat berwenang.
Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan tunawisma dan ditemukan di tempat umum, menegaskan kembali pentingnya perhatian terhadap kelompok rentan dan keamanan lingkungan. Polres Nganjuk berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan seadil-adilnya.(Ft2)
Editor : RedakturSumber : Team