Dugaan Kecurangan CPNS Guncang Teluk Wondama, Peserta Desak Pemerintah Angkat Bicara

Dugaan Kecurangan CPNS Guncang Teluk Wondama, Peserta Desak Pemerintah Angkat Bicara
Dugaan Kecurangan CPNS Guncang Teluk Wondama, Peserta Desak Pemerintah Angkat Bicara

InvestigasiMabes.com | Teluk Wondama, Papua Barat - Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Teluk Wondama diterpa isu serius. Beredar kabar seorang peserta yang sebelumnya dinyatakan tidak lolos, justru mengantongi Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS. Temuan ini sontak mengguncang publik dan menimbulkan gelombang kekecewaan dari para peserta lain.

Peserta yang merasa dirugikan menduga ada praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses seleksi. Mereka menilai ada keterlibatan “orang dalam” yang dengan sengaja meloloskan peserta tertentu meski tidak memenuhi syarat.

“Kami sudah berjuang, belajar, dan mengikuti tes sesuai aturan. Tapi kalau ada permainan seperti ini, jelas kami merasa dikhianati,” ungkap salah seorang peserta yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menegaskan praktik semacam ini bukan hanya merusak integritas seleksi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Sejumlah peserta mendesak Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama segera memberikan penjelasan resmi. Mereka menuntut transparansi penuh atas hasil seleksi, investigasi menyeluruh, serta sanksi tegas bagi pihak yang terlibat jika dugaan kecurangan terbukti.

“Kami ingin seleksi ini jujur dan adil. Jangan sampai ASN yang dilantik bukan orang yang layak, tetapi hasil titipan,” ujar peserta lainnya dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Teluk Wondama maupun Bupati setempat belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Pengamat kebijakan publik menilai, kasus ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang bersih dan profesional. Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap institusi negara akan semakin tergerus.

Editor : Redaktur
Sumber : Team