Investigasimabes.com | Lapang — Banjir besar yang merendam wilayah Lueng Baro Lapang hingga mencapai ketinggian dua meter telah melumpuhkan seluruh akses transportasi. Malam yang gelap gulita tanpa listrik maupun jaringan internet semakin menambah kepanikan warga yang terjebak dalam situasi darurat.
Di tengah kondisi itu, seorang bidan desa yang akrab disapa Ibu Amoi mengambil keputusan berani ketika melihat seorang ibu hamil yang harus segera mendapat tindakan operasi persalinan.
“Harus dibawa ke rumah sakit sekarang juga,” tegasnya.
Namun semua jalan tertutup banjir. Satu-satunya alat transportasi yang masih bisa digunakan hanyalah perahu kayuh — itupun belum ada yang berani menerobos derasnya arus malam itu.
Keberanian muncul dari M. Yasir, anggota Satpol PP, bersama Tgk Roy Ar-Rasyid, Penyuluh Agama Islam yang baru saja selesai menyalurkan bantuan kepada para pengungsi. Mereka bergerak cepat, ditemani dua pemuda, M. Tasir alias Dukon dan Aslam Amar sebagai pengayuh perahu.
Dengan perahu kayu sederhana, mereka menjemput sang ibu hamil dan berusaha menembus arus banjir dalam gelapnya malam.
Namun sebelum mencapai tepian sungai — hanya berjarak sekitar 30 meter lagi dari lokasi, tepat di depan pemakaman umum — keajaiban terjadi. Di atas perahu kecil itu, dalam kondisi darurat dan minim cahaya, sang bayi lahir dengan selamat.
Di tengah dinginnya malam dan suara deras air, seluruh tim tak kuasa menahan haru melihat ibu dan bayinya selamat. Perahu kecil itu menjadi saksi perjuangan, keberanian, dan kuasa Allah yang Maha Penolong.
Usai persalinan darurat, sang ibu dibawa ke sebuah rangkang untuk proses penjahitan oleh bidan sebelum akhirnya dievakuasi kembali ke lokasi pengungsian.
Lokasi & Waktu: Lueng Baro Lapang.
( Tim )
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim