Puting Beliung Terjang Bandar Agung, Puluhan Rumah Rusak—BPBD, PMI dan FPRB Lampung Timur Turun ke Lokasi

Puting Beliung Terjang Bandar Agung, Puluhan Rumah Rusak—BPBD, PMI dan FPRB Lampung Timur Turun ke Lokasi
Puting Beliung Terjang Bandar Agung, Puluhan Rumah Rusak—BPBD, PMI dan FPRB Lampung Timur Turun ke Lokasi

InvestigasiMabes.com | Lampung Timur- Cuaca ekstrem kembali menunjukkan wajah brutalnya di Lampung Timur. Angin puting beliung disertai hujan lebat menghantam Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Jumat sore (19/12/2025), meninggalkan jejak kerusakan serius dan kepanikan warga.

Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu merusak puluhan rumah warga, mayoritas pada bagian atap. Aktivitas masyarakat lumpuh sementara, sejumlah fasilitas umum terdampak, dan aliran listrik sempat terganggu.

Ironisnya, bencana hidrometeorologi seperti ini terus berulang dari tahun ke tahun, seolah menjadi siklus rutin yang belum benar-benar diantisipasi secara menyeluruh.

Merespons kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Timur bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Lampung Timur langsung turun ke lokasi. Tim gabungan menyisir permukiman terdampak untuk memverifikasi tingkat kerusakan sekaligus mendata kebutuhan mendesak warga pascabencana.

Perwakilan BPBD Lampung Timur, Ida Satriyana, menegaskan bahwa pendataan lapangan menjadi langkah awal yang krusial dalam menentukan arah penanganan selanjutnya.

“Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan serta mendata kebutuhan mendesak warga terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar penanganan lanjutan, baik bantuan darurat maupun pemulihan,” ujarnya di lokasi, Sabtu (20/12/2025).

Fakta di lapangan menunjukkan dampak bencana jauh melampaui sekadar angka statistik. Sebanyak empat kepala keluarga terpaksa mengungsi akibat kerusakan atap rumah yang nyaris total. Selain itu, 17 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, serta enam kandang ternak milik warga ikut terdampak, menandakan bahwa bencana ini juga menggerus sumber penghidupan masyarakat.

Perwakilan PMI Lampung Timur, Suradi, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut. PMI bersama BPBD menyalurkan bantuan awal berupa paket sembako serta 100 lembar asbes ukuran 2,4 meter untuk mendukung perbaikan darurat rumah warga.

Sementara itu, Ketua FPRB Lampung Timur, Agus, S.Kom, mengingatkan bahwa kejadian ini semestinya menjadi alarm keras, bukan sekadar rutinitas penanganan pascabencana.

“Ini bukan hanya musibah sesaat. Lampung Timur jelas masih rawan bencana hidrometeorologi. Jika mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat tidak diperkuat secara serius, kejadian serupa akan terus berulang dan selalu menempatkan warga sebagai korban,” tegasnya.

Hingga saat ini, bantuan awal memang telah disalurkan. Namun pertanyaan mendasar tetap menggantung: sejauh mana mitigasi jangka panjang benar-benar dijalankan, agar bencana yang terus berulang ini tidak lagi menjadi siklus penderitaan tahunan tanpa pembenahan nyata.

(Rusman Ali)

Editor : Redaktur
Sumber : Team