Investigasimabes.com l Kuansing – Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2025, setidaknya ada 52 kasus yang ditangani oleh UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).
Mardansyah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kuansing, mengatakan kekerasan terhadap anak dan perempuan meningkat secara signifikan.
"Total kasus kekerasan terhadap anak naik dari 45 kasus pada tahun 2024 menjadi 52 kasus pada tahun 2025," kata Mardansyah, Selasa (30/12/2025) pagi di Telukkuantan.
Lonjakan yang lebih tajam terlihat pada kategori Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan (KDRT), yang meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 9 kasus di tahun 2024 menjadi 23 kasus di tahun 2025.
"Kasus KDRT juga meningkat tajam jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Mardansyah.Secara geografis, Kecamatan Kuantan Tengah dan Singingi Hilir tercatat sebagai wilayah dengan prevalensi kasus tertinggi. Pada tahun 2025, Singingi Hilir mencatatkan 11 kasus kekerasan anak dan 3 kasus KDRT, sementara Kuantan Tengah mencatatkan 13 kasus anak dan 5 kasus KDRT.
Menurut Mardansyah, terdapat perubahan tren jenis kekerasan yang ditangani oleh petugas terlatih di UPT PPA. Pada tahun 2024 didominasi oleh kasus Persetubuhan sebanyak 15 kasus dan eksplotasi sebanyak 12 kasus.
"Nah, tahun 2025 ini muncul fenomena baru yang mencolok yakni Pernikahan di bawah umur sebanyak 21 orang dan Pernikahan di bawah usia 19 tahun sebanyak 13 orang," kata Mardansyah.
Meskipun kasus persetubuhan sedikit menurun menjadi 14 orang di tahun 2025, angka kekerasan fisik justru melonjak dari 2 orang menjadi 8 orang.
Seiring meningkatnya kasus terhadap anak dan perempuan di Kuansing, Mardansyah menyatakan UPT PPA sudah bekerja secara maksimal dengan memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya pendampingan terhadap korban kekerasan.
"Nah, kendala kita adalah belum adanya psikolog dan konselor. Selama ini, kita mendatangkan psikolog dari provinsi. Mudah-mudahan tahun depan kita punya agar pelayanan semakin maksimal," kata Mardansyah mengakhiri. (Red).
Editor : Investigasi MabesSumber : Go Kuansing