InvestigasiMabes.com | Maros– Masalah keterbatasan lahan kini bukan lagi alasan untuk tidak produktif. Melalui inovasi kreatif, Annisa Putri Nur, mahasiswa KKN Tematik Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas), menginisiasi program Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) bagi warga Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Program yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga dengan cara yang praktis, hemat tempat, dan ekonomis.
Solusi Cerdas di Lahan Sempit
Budikdamber merupakan teknik adaptasi dari sistem akuaponik sederhana. Dalam sistem ini, ikan dan sayuran tumbuh bersama dalam satu ekosistem terkontrol. Limbah dari kotoran ikan berfungsi sebagai nutrisi bagi tanaman, sementara tanaman membantu menjaga kualitas air bagi ikan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang. Dengan Budikdamber, keluarga di Desa Laiya bisa memanen protein hewani dari ikan dan nutrisi nabati dari sayuran sekaligus di halaman rumah sendiri," ujar Annisa saat memberikan sosialisasi kepada warga setempat.
Edukasi dan Demonstrasi Langsung
Tidak hanya sekadar teori, Annisa juga melakukan demonstrasi praktis untuk memastikan warga memahami alur budidaya ini. Beberapa poin teknis yang ditekankan antara lain:
Pemilihan Benih: Memilih bibit ikan (khususnya lele) yang sehat dan tahan penyakit agar angka kelangsungan hidup tinggi.
Manajemen Air: Teknik penggantian air berkala guna menjaga kadar oksigen dan kebersihan media.
Integrasi Tanaman: Cara menyemai kangkung menggunakan media arang di atas gelas plastik yang diletakkan di pinggiran ember.
Kehadiran program ini disambut hangat oleh masyarakat Desa Laiya. Warga menilai metode ini sangat relevan untuk membantu menekan pengeluaran dapur sehari-hari sekaligus menjamin ketersediaan pangan sehat yang bebas pestisida bagi keluarga.
Melalui program kerja individu ini, diharapkan Desa Laiya dapat menjadi contoh kemandirian pangan lokal yang berkelanjutan, di mana setiap rumah tangga mampu memenuhi deeekebutuhan gizi secara mandiri melalui pemanfaatan pekarangan
LP.tim.
Editor : RedakturSumber : Team