Petani asal tilamuta Alami Laka Lantas, Keluarga Keluhkan Minimnya Respons dari Pihak PU Boalemo

Petani asal tilamuta Alami Laka Lantas, Keluarga Keluhkan Minimnya Respons dari Pihak PU Boalemo
Petani asal tilamuta Alami Laka Lantas, Keluarga Keluhkan Minimnya Respons dari Pihak PU Boalemo

InvestigasiMabes.com l Dulupi, 13/2/2026 — Kecelakaan lalu lintas terjadi pada Rabu (pukul 05 30 WITA) di Desa Sambati, Kecamatan Dulupi. Peristiwa tersebut melibatkan seorang pengendara sepeda motor bernama Rustam Janihi (53) dengan sebuah mobil yang ditumpangi oleh pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Boalemo.

Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi saat korban tengah mengendarai sepeda motor dan bertabrakan dengan mobil yang ditumpangi pegawai PU tersebut. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka dalam serta sejumlah luka lecet ringan di beberapa bagian tubuh.

Korban telah menjalani pemeriksaan dan penanganan medis oleh dokter spesialis penyakit dalam. Untuk membiayai pengobatan, korban terpaksa menggunakan uang pinjaman dengan total biaya yang dikeluarkan kurang lebih mencapai tujuh ratus ribu rupiah. Menurut keterangan korban, biaya tersebut sepenuhnya berasal dari uang pinjaman karena kondisi ekonomi yang terbatas.

Rustam Janihi diketahui merupakan seorang petani yang tergolong kurang mampu. Pihak keluarga mengaku sangat terpukul atas peristiwa ini dan berharap adanya perhatian serta tanggung jawab dari pihak terkait.

Keluarga korban menyampaikan bahwa mereka telah mencoba menempuh jalur kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan ini. Namun hingga saat ini, menurut mereka, belum ada respons yang jelas dari pihak Dinas PU Kabupaten Boalemo.

Kepala Dinas PU Kabupaten Boalemo sempat dihubungi melalui pesan WhatsApp pribadi. Dalam tanggapannya, ia menyarankan agar keluarga korban menghubungi langsung pegawai atau petugas lapangan yang bersangkutan. Jawaban tersebut dinilai pihak korban belum memberikan kejelasan maupun itikad baik dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

Saat ini, keluarga korban berharap adanya penyelesaian yang adil dan manusiawi. Mereka mengaku kebingungan harus mengadu kepada siapa untuk mencari keadilan, mengingat kondisi ekonomi korban yang serba terbatas.

InvestigasiMabes.com(Irvan M.)

Editor : Redaktur
Sumber : Team