InvestigasiMabes.com | Banyuwangi — Pernyataan Wakil Bupati Banyuwangi yang viral di media sosial TikTok terkait ketersediaan gas elpiji 3 kilogram menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, kondisi riil di lapangan justru menunjukkan fakta yang bertolak belakang.
Di sejumlah titik, khususnya wilayah Kecamatan Licin dan Glagah, warga mengaku kesulitan mendapatkan gas melon. Bahkan, demi memenuhi kebutuhan dapur menjelang Idul Fitri, masyarakat terpaksa mencari hingga keluar kecamatan.
Fenomena yang terjadi tidak lagi sekadar kelangkaan biasa. Warga dari Licin dan Glagah dilaporkan saling bersalipan di jalan, sama-sama “berburu” gas ke wilayah lain, namun berujung hasil yang sama: nihil.
“Kami sampai ke kecamatan lain, ketemu warga dari arah sebaliknya yang juga cari gas. Tapi sama-sama tidak dapat. Ini jelas tidak seperti yang disampaikan pejabat di media sosial,” ungkap salah satu warga.
Kondisi ini memunculkan kesan adanya ketidaksinkronan antara pernyataan pejabat dengan realitas distribusi di lapangan. Jika dalam narasi resmi disebutkan pasokan aman dan terkendali, maka fakta yang dialami masyarakat justru menunjukkan sebaliknya—langka, sulit diakses, dan tidak merata.
Situasi tersebut memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam rantai distribusi elpiji subsidi, mulai dari tingkat agen hingga pengecer. Tidak menutup kemungkinan adanya penyimpangan distribusi atau lemahnya pengawasan yang berdampak langsung pada masyarakat kecil.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang mampu menjawab kesenjangan antara pernyataan publik dan kondisi faktual di lapangan. Masyarakat pun berharap pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan narasi di media sosial, melainkan segera turun langsung memastikan distribusi berjalan adil dan tepat sasaran.
InvestigasiMabes.com menilai, transparansi dan kejujuran informasi publik menjadi kunci penting dalam situasi krisis seperti ini. Sebab, ketika pernyataan pejabat tidak sejalan dengan kenyataan, yang dipertaruhkan bukan hanya kepercayaan publik, tetapi juga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Editor : RedakturSumber : Team