Ritual mistis Seblang Olehsari kembali memikat, penari baru jadi magnet ribuan penonton

Ritual mistis Seblang Olehsari kembali memikat, penari baru jadi magnet ribuan penonton
Ritual mistis Seblang Olehsari kembali memikat, penari baru jadi magnet ribuan penonton

InvestigasiMabes.com | Banyuwangi – Ritual sakral warisan leluhur, Seblang Olehsari, kembali digelar di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Tradisi yang sarat nuansa mistis ini tak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, namun menjelma sebagai magnet besar yang menyedot ribuan penonton dari berbagai daerah.

Digelar selama tujuh hari berturut-turut sejak 23 hingga 29 Maret 2026, ritual ini kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu ikon budaya paling kuat di Banyuwangi. Antusiasme masyarakat yang membludak menjadi bukti bahwa Seblang bukan sekadar tontonan, melainkan peristiwa spiritual yang menyentuh dimensi kepercayaan masyarakat lokal.

Sorotan utama tahun ini tertuju pada hadirnya penari baru, Sayu Apriliani (20), yang menjalani debut perdananya menggantikan penari sebelumnya. Kehadiran sosok baru ini bukan hanya pergantian generasi, tetapi juga simbol keberlanjutan tradisi yang dijaga dengan ketat melalui proses spiritual dan garis keturunan.

Berbeda dengan pertunjukan seni pada umumnya, Seblang mengandung unsur sakral yang kuat. Dalam setiap pementasan, penari berada dalam kondisi tidak sadar (trance), yang dipercaya sebagai bentuk “dirasuki” energi leluhur yang menuntun setiap gerakannya. Fenomena ini menghadirkan atmosfer magis yang membuat penonton terpaku—antara rasa takjub dan merinding.

Seblang sendiri merupakan ritual tolak bala sekaligus bersih desa yang rutin digelar setiap awal bulan Syawal. Tradisi ini tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga fungsi sosial dan spiritual bagi masyarakat setempat dalam menjaga keseimbangan kehidupan.

Lonjakan jumlah penonton setiap tahunnya menunjukkan bahwa Seblang telah bergeser dari sekadar ritual lokal menjadi komoditas budaya yang bernilai pariwisata tinggi. Pemerintah daerah pun menjadikannya bagian dari agenda resmi Banyuwangi Festival, yang berperan dalam mendongkrak kunjungan wisatawan.

Namun di balik kemegahan dan daya tariknya, ada pesan yang tak boleh diabaikan: pelestarian tradisi tidak boleh sekadar berhenti pada seremoni. Keaslian nilai spiritual dan adat yang melekat pada Seblang harus tetap dijaga, agar tidak tergerus oleh komersialisasi budaya yang berlebihan.

Kepala Desa Olehsari menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan serta tingginya partisipasi masyarakat. Ia berharap seluruh elemen tetap menjaga warisan leluhur ini agar tidak kehilangan ruhnya di tengah perkembangan zaman.

Dengan aura mistis yang tetap terjaga dan dukungan masyarakat yang kuat, Seblang Olehsari kembali membuktikan diri sebagai bukan sekadar pertunjukan budaya—melainkan identitas, spiritualitas, dan kebanggaan tanah Blambangan yang terus hidup lintas generasi.

Editor : Redaktur
Sumber : Team