InvestasiMabes.com l Ternate, 2 April 2026 — Gempa bumi mengguncang wilayah Ternate, Maluku Utara, pada Kamis pagi sekitar pukul 07.45 WIT. Getaran yang terjadi secara tiba-tiba tersebut mengejutkan warga dan memicu kepanikan, terutama di kawasan permukiman padat penduduk di Kelurahan Tafure.
Sejumlah warga dilaporkan berhamburan keluar rumah saat merasakan guncangan yang cukup kuat selama beberapa detik. Beberapa di antaranya bahkan memilih untuk tetap berada di luar rumah hingga situasi dinyatakan aman, khawatir akan adanya gempa susulan.
Salah satu bangunan yang terdampak cukup signifikan adalah kantor PKBM Ambang Batu Anggus, yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat kursus menjahit. Bangunan yang terletak di kompleks Kelurahan Tafure, RT 008/RW 04, Jalan Batu Agus tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada beberapa bagian struktur, termasuk dinding yang terlihat retak akibat getaran gempa.
Berdasarkan informasi dari warga sekitar, aparat kepolisian dari Polsek Ternate Utara melalui Bhabinkamtibmas, Bapak Hasrudin, dengan sigap turun langsung ke lokasi kejadian tidak lama setelah gempa terjadi. Kehadirannya bertujuan untuk memastikan kondisi bangunan serta lingkungan sekitar tetap aman dari potensi bahaya lanjutan.
Selain melakukan pengecekan, Bapak Hasrudin juga membantu warga dalam proses evakuasi ringan dan mengamankan area di sekitar bangunan yang rusak. Langkah ini dilakukan guna mencegah adanya korban akibat kemungkinan runtuhan susulan dari struktur bangunan yang telah melemah.
Dalam wawancara bersama media investigasiMabes.com, pemilik bangunan, Suharti Jamau, menjelaskan bahwa kantor PKBM tersebut sudah tidak lagi aktif digunakan selama kurang lebih empat tahun terakhir. Ia mengungkapkan bahwa sejak meninggalnya sang suami, kegiatan kursus menjahit yang sebelumnya berlangsung di lokasi tersebut terpaksa dihentikan.
“Sudah lama tidak dipakai, sejak suami saya meninggal. Jadi memang bangunan ini sudah kosong cukup lama,” ungkap Suharti.
Meski demikian, ia tetap merasa prihatin atas kerusakan yang terjadi, mengingat bangunan tersebut memiliki nilai sejarah dan kenangan tersendiri bagi keluarganya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah kerugian material yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Tidak ada pula informasi mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, namun pendataan masih terus dilakukan oleh pihak terkait.
Sementara itu, warga di sekitar lokasi diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat di wilayah Maluku Utara yang berada di kawasan rawan gempa untuk selalu siap siaga menghadapi bencana, serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal memenuhi standar keamanan yang memadai.
InvestasiMabes.com(Erick)
Editor : RedakturSumber : Team