InvestigasiMabes.com l Padang Pariaman -- Kedua anak yang baru saja ditinggal ibunya ini tak lagi perlu khawatir dan takut saat ingin buang air besar, setelah mendapatkan bantuan pembangunan fasilitas sanitasi dan dapur yang layak.
Kegembiraan dan keriangan muncul dari orang anak gadis yang tinggal di Korong Padang Galapuang Nagari Pasia Laweh Lubuk Alung yang masih belia ini yang telah ditinggal pergi oleh almarhumah ibunya bernama Hanofiah 3 bulan lalu karena mengidap sakit stroke mendadak dan sempat di rawat di ICCU RSUD Parit Malintang selama 4 hari waktu lalu itu.
Kegembiraan dan keriangan dari ke 2 orang adik kakak ini yang besar bernama Fadila baru duduk di Kls 10 SMKN 1 2x 11 Enam lingkung dan yang kecil bernama Rosadina baru menduduki kls 4 SD begitu gembira dimana sebelum ini masih BAB di sebuah bandar/ parit di belakang rumahnya dan sekarang melalui bantuan dari Baznas Kabupaten Padang Pariaman mereka sudah memiliki WC dan kamar mandi sederhana dan tidak susah dan takut lagi mau BAB tengah malam.
Hanya berselang tiga 2 bulan setelah WC mereka siap datang lagi bantuan dari Baznas Provinsi Sumatera Barat untuk melengkapi pembangunan dapurnya walau sederhana namun mereka terlihat sangat puas dengan adanya pembangunan tersebut keluarga ini mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada Pemerintahan Nagari Pasia Laweh Lubuk Alung, kepada pihak Baznas Kabupaten Padang Pariaman dan Provinsi Sumatra Barat dan kepada Bapak Ali Nurdin dan Buk Rita Arlen karena melalui sosok 2 orang jurnalis Sumatera Barat ini berhasil menjembatani kepada pihak Baznas. Turur Fadila
Berkat semangat juang dari kedua Jurnalis ini yang didukung oleh keluarga besar Fadila dan Rosa dan kerjasama dan kecepatan tanggapan dari pemerintahan Nagari Pasia Laweh dalam urusan surat menyurat untuk kebutuhan proses bantuan ini makanya hal ini bisa terwujud dengan baik dan cepat.
Untuk memkasimalkan bantuan dari Baznas Provinsi Rp 10 Juta tersebut maka hanya 1 orang tukang yang di gaji dan buruhnya di laksanakan secara gotongroyong oleh keluarga dan pihak laiinnya dan alhamdulillah dalam tempo 7 hari kerja diluar proses kelengkapan sudah siap di manfaatkan oleh pihak keluarga Bunasrul dan kedua anaknya gadisnya tersebut.
Ternyata kegembiraan tersebut bukan hanya dirasakan oleh keluarga ini yang di sebut sebagai mustahik, tapi juga oleh pihak Baznas baik di Kabupaten maupun di Provinsi Sumatera Barat, karena telah berhasil menyalurkan dana bantuan dari Muzakki kepada pihak yang tepat dan terealisasi dengan baik dan benar.
Kami selaku penghubung yang juga terima kasih kepada Pimpinan Baznas Kabupaten Padang Pariaman M. Defriadi, S.Kom, Dt. Rangkayo Basa beserta jajarannya dan pimpinan Baznas Provinsi Sumatera Barat Dr. H. Buchari M., M.Ag beserta jajarannya atas kerjasama dan kepeduliannya selama ini kepada masyarakat yang kurang mampu dan sekaligus mohon maaf kami sebagai penghubung yang selalu sering mengusik Bapak / Ibuk semua dalam proses dana bantuan ini barangkali ada yang kurang berkenan, untuk itu kami mohon maaf yang sebesarnya, moga semuanya ini dapat menjadi ladang amal bagi kita semua amin ( NT / Red )
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim