InvestigasiMabes.com | Tanimbar - Upaya percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela terus bergerak maju. Salah satu tahapan penting kini berlangsung di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, melalui kegiatan pendataan tanaman tumbuh milik masyarakat yang dilakukan oleh Tim Terpadu Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses inventarisasi dan verifikasi terhadap objek yang terdampak pembangunan fasilitas darat Proyek Blok Masela.
Pendataan tersebut dilakukan secara langsung di lapangan dengan melibatkan berbagai unsur Pemerintah Desa, Tim Satgas TNI, serta perwakilan masyarakat adat. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh tanaman tumbuh dan hak-hak masyarakat yang berada dalam kawasan rencana pembangunan dapat terdata secara akurat, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan yang berlangsung di atas area sekitar 662 hektare itu menjadi bagian dari persiapan pembangunan fasilitas pendukung pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela, salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Maluku dan kawasan timur Indonesia.
Sebelum tim turun ke lapangan, proses pendataan diawali dengan ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya masyarakat setempat. Keterlibatan para kepala soa, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat menunjukkan adanya semangat kolaborasi dalam mengawal tahapan pembangunan yang dinilai strategis bagi masa depan daerah.
pendataan tanaman tumbuh bukan dimaksudkan untuk menghilangkan hak masyarakat, melainkan untuk memastikan seluruh objek yang terdampak tercatat secara benar sebagai dasar penyelesaian dampak sosial kemasyarakatan. Sejumlah tanaman tumbuh akan diverifikasi secara cermat agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses pembangunan.
Di lapangan, sejumlah warga menyambut baik pelaksanaan pendataan tersebut. Mereka berharap kehadiran Proyek Blok Masela dapat membuka peluang kerja baru, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, serta mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Dukungan masyarakat dinilai menjadi modal penting bagi keberhasilan proyek yang telah lama dinantikan tersebut.
Adapun itu Pangdam XV Patimura melalui Tim Khususnya menegaskan komitmennya untuk mengawal proses pendataan secara terbuka dan objektif. Akurasi data dinilai menjadi faktor penting guna memberikan kepastian hukum bagi masyarakat sekaligus menjamin kelancaran tahapan pembangunan proyek nasional tersebut.
Dengan berlangsungnya pendataan tanaman tumbuh oleh Tim Terpadu di Desa Lermatang, Pangdam XV Patimura berharap seluruh tahapan persiapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa percepatan realisasi PSN Blok Masela terus bergerak menuju tahap pembangunan fisik, yang diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat Tanimbar, Maluku, dan Indonesia secara keseluruhan.
(Redaksi)
Editor : RedakturSumber : Team